Wawali Bulan Budaya, Puskesmas Jembatan Kembar Lobar Kenakan Busana Adat

Wawali Bulan Budaya, Puskesmas Jembatan Kembar Lobar Kenakan Busana Adat
Foto: Terlihat Kepala Puskesmas Jembatan Kembar' Agus Trisutrisman S.Si.M.Kes Sedang Memantau Pelayanan Pasien Di Ruang Persalinan KIA. Semuanya Dengan Mengenakan Busana Adat

Lombok Barat (Detik NTB),- Galakan Bulan Budaya, Puskesmas Jembatan Kembar Lombok Barat bangun spirit kerukunan dan persatuan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan saat bekerja. Hal tersebut diaplikasikan pada seluruh jajaran karyawan dan karyawati diwarnai dengan mengenakan aneka busana adat daerah.

Kepala Puskesmas Jembatan Kembar Agus Trisutrisman mengatakan, pihaknya termotivasi dengan acuannya Bupati Lombok Barat yang mencetuskan bahwa, khusus dibulan Maret ini adalah Bulan Budaya. Untuk itu, puskesmas sebagai obyek yang memberikan pelayanan kesehatan, ingin mengangkat budaya yang dimaksud.

Setiap hari Sabtu dibulan Maret semua jajaran di puskesmas Jembatan Kembar ini diwajibkan mengenakan seragam pakaian adat.

“Disamping mengedepankan pelayanan maksimal, sembari mempromosi dan mengenalkan kepada masyarakat bahwa, bulan ini adalah bulan budaya. Sebab siapa lagi kalau tidak dengan kita yang mengenalkan dan melestarikan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Sembari bekerja, sembari menyesuaikan dengan pakaian adat yang dikenakan, meski pakaian adat ini pun tidak terlalu formal sekali, namun dimata masyarakat akan tersimpan dan terlihat pesan moralnya terhadap nilai bulan budaya ini.

“Semua dijajaran puskesmas diharuskan mengenakan pakaian adat ini setiap hari Sabtu khusus bulan Maret,” paparnya.

Berpakaian adat di kantor lanjut Agus, pada hari tertentu seperti hari Sabtu, juga diperlukan untuk membangun lagi kesadaran dan kebanggaan terhadap aset budaya. Selain itu juga mempelajari aspek psikologi mode meyakini, karena kesannya berpakaian adat ikut mempengaruhi tingkah laku. Pakaian yang dikenakan dengan penghormatan terhadap nilai budaya secara sadar atau tidak akan membuahkan perilaku lebih berbudaya, kata Agus.

Menurutnya, bulan budaya pada Maret ini akan diwawali sekarang dan diaplikasikan setiap tahun. Sehingga pada tahun mendatang, akan diupayakan lebih menarik dan berkembang lagi.

“Karena ini diawali kali pertama, pada tahapannya akan disesuaikan, sehingga tahun berikutnya akan dievaluasi dengan menyuguhkan kreasi yang lebih top begitu,” terangnya.

Sesuai dengan konsep mutu atau motto puskesmas Jembatan Kembar, mengedepankan Salam, Senyum dan Sapa (3S) dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sehingga gerakan bulan budaya ini, diharapakan memotivasi budaya kerja yang integritas, inovatif dan produktif, pungkasnya. (W@N)