Taman Budaya NTB, ‘Rumah’ Bagi Para Seniman

Taman Budaya NTB, ‘Rumah’ Bagi Para Seniman
Foto: Gedung UPT Taman Budaya NTB di jalan Majapahit Kota Mataram

Mataram (DetikNTB.com),- Mengembangkan seni budaya dan literasi tak bisa hanya melibatkan satu pihak saja. Pemerintah, seniman, dan masyarakat harus berkolaborasi untuk mengembangkan kesenian demi mewujudkan NTB Gemilang dalam misi NTB aman dan berkah.

Itulah sebabnya Pemerintah Provinsi NTB, dibawah Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah menempatkan Taman Budaya sebagai rumah bagi seniman. Rumah untuk mengasah bakat seni dan kreativitas kaum melinial dan generasi NTB yang dikaruniai khasanah budaya dan keragaman seni sebagai aset yang tidak ternilai harganya.

Kepala Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. Baiq Rahmayati saat dikunjungi di kantornya di Mataram (4/7-2019) menegaskan komitmen Pemda NTB tersebut, untuk menjadikan Taman Budaya sebagai “rumah” bagi para seniman dari berbagai gender dan latar belakang lainnya.

“Kita ingin Taman Budaya dapat dianggap sebagai rumah sendiri oleh seniman kita,” tutur Baiq Maya sapaan akrabnya.

Ia menegaskan, bukan hanya pemerintah yang bertanggungjawab membesarkan dan memajukan kesenian. Namun masyarakat dan seniman juga. “Nah kita bagi-bagi tugas. Minimal kita bantu tempat, branding, undangan, sounds system. Mereka melakukan apa kita apa. Yang terpenting adalah berkolaborasi,” jelasnya.

Berbagai program yang diselenggarakan Taman Budaya antara lain, gelar seni pelajar, festival, festival musik, pegelaran tetap, pameran tetap, seni tradisional, pementasan olah seni, dan temu karya Taman Budaya.

Selain itu, Taman Budaya juga membuka kelas Olah Seni setiap minggu sore yang diikuti 275 siswa dari TK hingga SMA. Dengan dibantu tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya, Taman Budaya membuka kelas Tari, musik modern dan tradisional, seni rupa, pantomim, dan olah vokal.

Komunitas Akarpohon adalah salah satu komunitas yang produktif berkegiatan di Taman Budaya. lda Karwayu selaku program manager komunitas sastra yang dibentuk tahun 2009 silam ini menceritakan kemudahan akses yang diberikan oleh Taman Budaya.

“Untuk Fasilitas kesenian, Taman Budaya sekarang sudah sangat terbuka. Kami diberikan akses gratis asal untuk berkesenian. Kami diperlakukan dengan sangat baik,” tuturnya.

Selain untuk seniman daerah, Taman Budaya juga terbuka untuk berkolaborasi dengan seniman nusantara dan Internasional. Pertunjukan Teater Koma yang akan tampil misalnya, atau Musisi Malaysia yang telah berkolaborasi dengan para musisi NTB dalam pentas seni di Taman Budaya beberapa waktu lalu. (Nov/Iba)