Sampah RT Bisa Bernilai Ekonomis, Bandung Jadi Contoh

Sampah RT Bisa Bernilai Ekonomis, Bandung Jadi ContohReviewed by adminon.This Is Article AboutSampah RT Bisa Bernilai Ekonomis, Bandung Jadi ContohBandung (DetikNTB.com),- Keberadaan sampah berserakan di tengah masyarakat sangat mengkhawatirkan apalagi sampah dan limbah dari Rumah Tangga (RT) dan jalan raya. Pasalnya, sampah bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik. Seperti yang disampaikan Karo Humas Pemprov NTB Najamuddin Amy saat melakukan studi banding di DKI Jakarta beberapa hari yang lalu bersama kepala pengurus PTSP Bantar […]
Foto: Kasubag Pemberitaan Humas dan Protokol Muslimah saat memberi sambutan pada Kunker di RW 09 Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung bersama ketua RW dan perwakilan lurah

Bandung (DetikNTB.com),- Keberadaan sampah berserakan di tengah masyarakat sangat mengkhawatirkan apalagi sampah dan limbah dari Rumah Tangga (RT) dan jalan raya. Pasalnya, sampah bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik.

Seperti yang disampaikan Karo Humas Pemprov NTB Najamuddin Amy saat melakukan studi banding di DKI Jakarta beberapa hari yang lalu bersama kepala pengurus PTSP Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat serta sejumlah wartawan parlemen NTB, Rabu (24/04) di Bekasi.

“Sampah bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik, namun jika tidak dikelola maka akan menjadi malapetaka,” katanya.

BACA JUGA:

Benar saja, saat sejumlah media berkunjung ke RW 09 Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung, Jumat (26/04) pagi, tidak terlihat sampah yang berserakan di pinggir gang maupun depan rumah-rumah warga, karena sampah dikelola dengan baik dan bernilai ekonomis oleh warga.

Kesadaran memilah sampah dimulai dari hulunya, warga RT 04 RW 09 ini sangat tinggi, kesadaran warga masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan di lingkungan tersebut hingga mencapai 60 persen selama empat tahun terakhir didorong dengan program unggulan pemerintah Kota Bandung dengan nama Kang Pisman yakni kurangi, pisahkan, dan manfaatkan.

“Kesadaran warga di sini hingga mencapai 60 persen selama 4 tahun terakhir,” terang Ketua RW 09 Perwakilan Sukaluyu, Iwan Purnawan di hadapan sejumlah media palemen NTB.

Dari kesadaran masyarakat tersebut dalam mengumpulkan limbah dari rumah tangga, hingga bisa menghasilkan gas yang dikompos dari hasil sampah tersebut. (Iba)