Festival Cinema Autralia-Indonesia Tayang Perdana di NTB

Festival Cinema Autralia-Indonesia Tayang Perdana di NTB
Foto: Sejumlah penonton usai menonton Film Ladies in Black di Transmart Kota Mataram, kerjasama Kunsulat Jenderal Australia dengan Indonesia

Mataram (Detik NTB),- Festival Sinema Australia Indonesia kembali untuk tahun keempatnya bulan ini dengan menayangkan film-film terbaik dari Australia dan Indonesia kepada penonton di Jakarta, Surabaya, Makassar dan untuk pertama kalinya tahun ini, di Bandung dan Mataram NTB.

Di Lombok, berbagai pilihan film Australia dan Indonesia mulai diputar secara gratis di CGV Transmart Mataram, termasuk film-film pendek pilihan yang ditampilkan di Flickerfest, festival film pendek Australia yang terkenal di dunia.

Festival di Lombok dibuka oleh Konsul Drew Boekel dari Konsulat – Jenderal Australia di Bali dengan pemutaran Ladies in Black, sebuah film berlatar tahun 1959 yang menunjukkan awal mula transformasi Australia menjadi Negara multicultural seperti sekarang ini dan kebangkitan kemerdekaan perempuan di masyarakat.

Film documenter tentang salah satu seniman penduduk asli Australia yang paling terkenal yakni Gurrumul, juga akan ditampilkan pada festival tahun ini. Sutradara dan penulis film documenter, Paul Damien Williams, akan menghadiri festival dan menyelenggarakan lokakarya film Dokumenter bagi pelajar dan komunitas film serta menyapa penggemar film di Mataram. Paul Williams hadir dengan dukungan dari mitra berkelanjutan festival ini.

Judul-judul film Australia lainnya yang akan diputar termasuk drama keluarga Storm Boydan film thriller fiksi ilmiah alien Occupation. Kembali tayang karena permintaan khalayak ramai. Susunan film pada festival kali ini juga mencakup karya alumni Australia asal Indonesia, termasuk karya film klasik modern Ada Apa Dengan Cinta?  Dan Ada Apa Dengan Cinta 2 dari produser Mira Lesmana, yang juga merupakan sahabat FSAI tahun ini.

“Warga Australia dan Indonesia berbagi kecintaan terhadap karya visual, terutama film. Film adalah salah satu media terbaik untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih besar tentang Negara dan budaya lain. Festival Sinema Australia Indonesia 2019 menawarkan jendela unik ke Australia kontemporer.” kata Konsul Drew Boekel seperti siarfan tertulis yang diterima media ini, Jumat (15/03) di Mataram.

FSAI 2019 didukung oleh Australia now ASEAN, sebuah inisiatif pemerintah Australia untukmerayakan inovasi, kreativitas dan gaya hidup Australia di Asia Tenggara sepanjang 2019.

Untuk diketahui, program penayangan Festival Sinema Australia-Indonesia ini akan dilaksanakan sampai minggu esok dengan sajian film yang berbeda, sejumlah film akan ditayangkan di Transmart Mataram. selain itu juga akan mengadakan pertemuan di kampus Universtas Mataram dengan sutradaranya. (Iba)