Disperindag Lobar Prioritas Selamatkan Ekonomi Masyarakat Terdampak Gempa

Disperindag Lobar Prioritas Selamatkan Ekonomi Masyarakat Terdampak Gempa
Foto: Kepala Bidang IKAHH Disperindag Lombok Barat Hj. Baiq Lasmi Dwi Arti S.Sos

Lombok Barat,- Pemerintah Daerah Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Perndustrian dan Perdagangan lebih getol menyikapi kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) yang terdampak gempa. Sejumlah sektor dibidang IKM ini menjadi prioritas dalam peruntukan permohonan bantuan dalam membangun dan membangkitkan ekonomi masyarakat miskin. Dengan begitu, hajatan pemerintah dalam rangka meningkatkan taraf pertumbuhan dan peningkatan ekonomi kemasyarakatan bagi pengelola IKM pasca gempa, bisa bangun dan bangkit kembali.

Kepala Bidang IKAHH Hj. Baiq Lasmi Dwi Arti S.Sos mengatakan, implementasi program pengentasan kemiskinan di Lobar, pihaknya mendorong dan bangkitkan kelompok masyarakat yang terangkum dalam kelompok IKM yang terdampak gempa waktu lalu. IKM tersebut akan diberdayakan melalui peruntukan pemanfaatan bantuan lewat pengajuan permohonan dalam bentuk proposal.

“Kami akan memprioritaskan kelompok IKM yang terdampak gempa. Namun permohonan masyarakat tetap melalui prosedur dengan mengikuti dan melampirkan persyaratan yang sudah ditetapkan,” ujarnya, Senen (28/01).

Berdasarkan kelompok IKM yang sudah masuk di bidang Industri Kecil Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) tahun ini tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Lobar. Mengenai berapa banyak yang akan diakomodir, sangat tergantung dari hasil ferifikasi tim survey lapangan. Pemerintah dalam hal ini berupaya membangkitkan kembali marwah usaha kecil masyarakat yang hancur dan rusak pasca diterjang gempa. Sehingga roda perekonomian dapat terlaksana dan bangun kembali dari keterpurukan.

“Kami akan mengutamakan IKM dalam bentuk kelompok atau perorangan dibidang IKAHH yang terkena dampak gempa. Kebijakan ini untuk bangkitkan usaha kecil masyarakat miskin,” ujarnya.

Lebih lanjut Baiq Lasmi menuturkan, dari sejumlah permohonan pengajuan yang sudah masuk dan tercatat, terdapat lebih kurang dari 150 proposal. Sekitar 25 proposal diantaranya terdapat permohonan jenis pangan. Namun dari semua jumlah proposal yang ada, belum diketahui berapa nanti jumlah yang akan direalisasikan.

“Tergantung kekuatan anggaran kita soal jumlah kelompok yang direalisasikan nanti, tentu dengan nilai yang terbatas,” urainya.

Dalam menentukan lolos dan tidaknya tentu akan dilakukan teknik lapangan dengan melakukan ferifikasi data oleh tim. Tim ini akan memfalidasi data pemohon untuk mengetahui terdampak gempa atau tidak.

“Proposal pemohon nanti harus dilengkapi dengan keterangan desa setempat, sehingga pemohon benar benar dinyatakan terdampak gempa,” ujarnya.

Syarat lainnya IKM harus melampirkan SK yang sudah ditetapkan Bupati kepada warga yang terdampak gempa. Pun itu juga dilampirkan bersamaan dalam proposalnya.

“Nanti bantuan IKM akan disesuaikan dengan permohonan permintaan mereka dalam bentuk peralatan dan mesin pengolahan,” ungkapnya.

Diharapkan kepada IKM yang mendapat saluran bantuan dari Pemerintah Lobar nanti bisa dimanfaatkan dengan sebaik baiknya agar bisa menjalankan usahanya kembali, sehingga kebutuhan ekonomi bisa disesuaikan dengan taraf hidup. Insya Allah berkah dan bermanfaat serta kembali bangkit, pungkasnya. (W@N)