Beri Apresiasi, Taman Budaya NTB Pamerkan Seni Rupa Karya TK – SMA

Beri Apresiasi, Taman Budaya NTB Pamerkan Seni Rupa Karya TK – SMAReviewed by adminon.This Is Article AboutBeri Apresiasi, Taman Budaya NTB Pamerkan Seni Rupa Karya TK – SMAMataram,- Pemaran seni rupa berperan sebagai suatu arena pertanggungjawaban kesenian seseorang sekaligus efektif bagi media kritik yang baik, sehingga secara simultan akan memicu kreativitas pribadi dan kelompok di waktu mendatang. Dalam menjawab kondisi tersebut Taman Budaya Provinsi NTB menyelenggarakan pameran seni rupa 2018 karya siswa sekolah bertajuk “Kreatif dan Merdeka”. Pameran tersebut dilasanakan selama enam […]
Foto : Salah satu stand hasil karya seni rupa dari siswa sekolah SMKN 2 Mataram

Mataram,- Pemaran seni rupa berperan sebagai suatu arena pertanggungjawaban kesenian seseorang sekaligus efektif bagi media kritik yang baik, sehingga secara simultan akan memicu kreativitas pribadi dan kelompok di waktu mendatang.

Dalam menjawab kondisi tersebut Taman Budaya Provinsi NTB menyelenggarakan pameran seni rupa 2018 karya siswa sekolah bertajuk “Kreatif dan Merdeka”.

Pameran tersebut dilasanakan selama enam hari, tanggal 26 – 31 Maret 2018 yang berpusat di Galeri Taman Budaya NTB.

Menurut kepala Taman Budaya NTB Drs. Faizal, anak sekolah yang mendapatkan juara pada lomba tersebut hanya sebuah seremonial dan tidak pernah ditampilkan atau dipamerkan hasil karyanya secara berkelanjutan.

“Oleh sebab itu, untuk memberikan apresiasi kepada anak-anak kita dan adik-adik kita yang mendapat juara pada saat lomba lukis dimana aja kita kumpulkan untuk kita tampilkan”, ucap pria berdarah Mbojo tersebut, Rabu (28/03) di lokasi.

Pameran tersebut menampilkan lebih dari 100 hasil karya anak sekolah se NTB mulai dari SD sampai SMA yang mendapat juara di tingkat kabupaten Kota se-NTB.

Di tempat terpisah, Kuratorial Pameran Seni Rupa Zaeni Mohammad menyampikan kegiatan tersebut menurutnya untuk membentuk karakter siswa, meskipun dalam kurikulum pendidikan yang berkaitan seni rupa dianggap berkurang.

“Dengan waktu yang sangat terbatas di kurikulum itu amat sangat kurang ketika bicara karya”, tuturnya.

Pria berambut gondrong tersebut berharap kepada para siswa yang mengikuti pameran tersebut mampu berkretivitas dengan waktu yang terbatas.

(IBA)