Survei Poltracking: Elektabilitas TGB Lebih Tinggi AHY

Survei Poltracking: Elektabilitas TGB Lebih Tinggi AHY
Foto : AHY dan TGB duduk berdampingan saat dialog pemuda di gelanggang pemuda mataram. Terlihat juga ketua KNPI dan Mantan Ketua KNPI NTB.

Jakarta-Lembaga Survei Nasional “Poltracking Indonesia” merilis hasil survei “Evaluasi Pemerintahan Jokowi-JK, Meneropong Peta Elektoral 2019” (26/11). Survei di laksanakan 8-15 November 2017 dengan mengambil sampel seluruh Indonesia, jumlah responen 2.400 orang. Responden yang terpilih diwawancara tatap muka dan setiap pewawancara bertugas mewawancarai 10 orang responden tiap desa/kelurahan.

Dalam rilisnya soal Elektabilitas kandidat Presiden dan Wakil Presiden 2019, Poltracking Indonesia menggunakan pertanyaan terbuka dan simulasi nama-nama tokoh. Baik tokoh nasional maupun tokoh daerah yang mulai terlihat menasional.

Yang menarik dari Rilis hasil Survei Poltracking Indonesia yang di presentasikan langsung oleh Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat adalah dengan munculnya 2 tokoh muda yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Muhammad Zainul Majdi (TGB). Soal elektoral ini, Poltracking Indonesia membagi 3 bagian yaitu Temuan Elektabilitas Kandidat Presiden, Kandidat Wakil Presiden dan Kandidat yang Mendampingi Jokowi.

Dalam temuan elektabilitas Kandidat Presiden yang di pilih secara spontan (pertanyaan terbuka) elektabilitas AHY 0,8% dan TGB tidak muncul namanya dalam simulasi. Sedangkan temuan elektabilitas Kandidat Presiden dengan Simulasi 30 nama kandidat, AHY memperoleh 2,1% sedangkan TGB memperoleh 0,2%. Jika simulasi diperkecil menjadi 20 nama kandidat, AHY 2,9% dan TGB tidak muncul namanya dalam simulasi. Begitupun dengan simulasi 10 nama kandidat maupun 5 nama kandidat, AHY masing-masing 3,9% dan 3,6% sedangkan TGB tidak dimunculka dalam simulasi.

Lalu kemudian temuan elektabilitas kandidat Wakil Presiden yang dipilih secara spontan (pertanyaan terbuka) AHY 2,6% dan TGB tidak ada nama. Lalu pertanyaan dinjutkan dengan simulasi 30 nama AHY 7,7% dan TGB 0,8 %. Untuk Simulasi 20 nama AHY 10,5% dan TGB 1,0%. Kemudian jika diperkecil untuk 10 nama AHY 13,7% dan TGB tidak masuk dalam simulasi.

Namun yang menarik, ketika Temuan Kandidat Wakil Untuk Jokowi dengan simulasi 15 nama dan 7 nama. Dalam simulasi 15 nama AHY 13,6%
dan TGB 0,7%, begitupun dengan simulasi 7 nama, AHY tetap unggul di banding TGB yaitu AHy 16,0% dan TGB 1,3%.

Dalam keterangan Hasil Survei Poltracking Indonesia menjelaskan “Peluang terjadinya pergeseran dukungan publik terhadap para kandidat masih dinamis.”

Untuk di ketahui, populasi Survei Poltracking Indonesia adalah warga indonesia yang sudah memiliki hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat wawancara, dan bukan anggota TNI/POLRI. Lalu populasi pemilih dikelompokkan berdasarkan 34 Provinsi. Selanjutnya sampel dipilih secara berjenjang di masing-masing strata (provinsi).

Sebagaimana dikutip dalam penjelasan resmi Poltracking Indonesia bahwa dukungan publik terhadap kandidat-kandidat di pemilu terkategorisasi dalam segmen-segmen pemilih. Pendekatan aktor-aktor politik atau pun kandidat terhadap varian segmen pemilih ini akan sangat mempengaruhi prestasi numerik politiknya. Baik itu aspek popularitas, akseptabilitas, maupun elektabilitasnya.

Persebaran peta dukungan publik dalam pemilu dapat ditilik berdasarkan wilayah ataupun demografi yang mencakup jenis kelamin, umur, profesi, penghasilan, dan lain-lain. Termasuk membaca trend elektabilitas dan peta dukungan pemilih nasional saat ini.

Hasil survei ini dapat menjadi masukan bagi publik pemilih nasional untuk melihat secara riil kekuatan dan kelemahan kandidat Presiden, Partai Politik, Anggota Legislatif, serta persebaran dukungannya. (ar)