Sport, Politik dan 2019 : Anies vs. Jokowi dalam Piala Presiden (Bag : 2)

Sport, Politik dan 2019 : Anies vs. Jokowi dalam Piala Presiden (Bag : 2)
Foto : Dr. Syahganda Nainggolan

Dr. Syahganda Nainggolan*

Piala Presiden dan 2019

Jakarta,- Seribu kali Piala Presiden dinyatakan panitia sekedar olahraga, sejuta kali rakyat menganggap berbeda. Presiden sudah lebih awal menyerukan kepada pendukungnya untuk kampanye, beberapa bulan lalu. Presiden sudah mengatakan ini tahun politik. Dan memang ini adalah tahun politik. Ketua Umum PSSI, sudah mencalonkan diri sebagai calon gubernur yang dianggap calon oposisi (Gerindra dan PKS). Makanya, seluruh rakyat yang nonton pembukaan Piala Presiden, Januari lalu, di Bandung, melihat dia duduk dipojokan. Padahal seharusnya dia yang paling depan.

Piala Presiden, dibuka dan ditutup dengan menampilkan menteri2 non olahraga. Apa urusan Wiranto, menteri urusan politik, mendampingi Jokowi beri piala? absurd tentunya.

Dari insiden kemarin, di mana Anies Baswedan, Gubernur Ibukota Jakarta, yang dipersepsikan tokoh tokoh politik “dianiaya” oleh Jokowi atau mungkin tangan kanannya seperti Maruarar, dan juga menciptakan ketegangan antar rakyat, dapat ditarik pelajaran bahwa Anies Baswedan memang sudah menjadi “momok” menakutkan bagi kemenangan Jokowi ke depan. Anies sudah menjadi ikon simbol kontra Jokowi. Artinya, bangsa ini sudah punya tambahan alternatif bagi calon presiden ke depan.

Namun, Anies Baswedan, dalam pernyataannya menanggapi pro kontra insiden itu, dengan mengatakan diberbagai media, “Terima Kasih Presiden” atas kemenangan dan piala bagi Persija, menunjukkan Anies seorang pemimpin dewasa. Anies seperti kaum elit Romawi, yang melihat urusan olahraga selesai digelanggang.

*Syahganda Nainggolan Sabang Merauke Circle

(IBA)