Sosialisasi di Masyarakat, Nimran Paparkan Gagasan Sejahterakan Petani

Sosialisasi di Masyarakat, Nimran Paparkan Gagasan Sejahterakan PetaniReviewed by adminon.This Is Article AboutSosialisasi di Masyarakat, Nimran Paparkan Gagasan Sejahterakan PetaniBima (DetikNTB.Com),- Suksesi kepemimpinan di Kabupaten Bima akan digelar tahun 2020. Nama pengacara kondang asal DKI Nimran Abdurahman akhir-akhir mencuat sebagai salah satu petarung yang akan maju sebagai orang nomor satu di dana Mbari (Kabupaten Bima). Berikut ini wawancara lengkap reporter kami saat menemui Bakal Calon Bupati Kabupaten Bima, Nimran Abdurahman saat melakukan sosialisasi di […]
Foto: Bakal Calon Bupati Bima, Nimran Abdurahman usai memaparkan gagasannya kepada masyarakat Ncera Kecamatan Belo beberapa hari yang lalu

Bima (DetikNTB.Com),- Suksesi kepemimpinan di Kabupaten Bima akan digelar tahun 2020. Nama pengacara kondang asal DKI Nimran Abdurahman akhir-akhir mencuat sebagai salah satu petarung yang akan maju sebagai orang nomor satu di dana Mbari (Kabupaten Bima).

Berikut ini wawancara lengkap reporter kami saat menemui Bakal Calon Bupati Kabupaten Bima, Nimran Abdurahman saat melakukan sosialisasi di Bima.

Apa yang membuat Kakanda Nimran berhasrat maju Pilbup Bima dan berani melawan incambent?

Sebagai orang yang lahir dan besar di Kabupaten Bima, tepatnya di Rade, Kecematan Madapangga saya terpanggil untuk pulang dan membangun Kabupaten Bima yang bukan rahasia umum lagi pengelolaan daerah ini semrawut. Pulang karena panggilan hati.

Fokus utama anda setelah berdiskusi dengan warga Ncera ini apa?

Masyarakat Bima ini mayoritas petani, apalagi masyarakat Ncera dan saya berpikir petani di Bima wajib disejahterakan terkhusus petani bawang merah yang telah memberikan sumbangsih tidak sedikit dan memiliki kualitas terbaik.

Hanya saja yang perlu kita pikirkan bersama bahwa yang bisa wujudkan hal itu sangat bergantung pada nahkoda.

Maksudnya seperti apa itu?

Bahwa kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya mensyaratkan pemimpin yang energik artinya memiliki fisik kuat dan berwawasan luas.

Seperti apa konsep kesejahteraan petani yang anda tawarkan?

Berbicara tentang kesejahteraan petani, kita harus tahu dulu apa itu kesejahteraan bagi petani. Kalau secara teori, kesejahteraan itu berarti tercukupi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya.

Itu saja. Tapi apa iya, itu saja? Sebagai calon Bupati yang berniat membangun daerah ini, saya telah merancang konsep dan kriteria lain dan kriterianya lebih operasional. Kesejahteraan itu bisa diukur. Kesejahteraan itu tidak terlepas dari visi dan misi pembangunan pertanian, kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani.

Jadi, kesejahteraan tidak mungkin berdiri sendiri dan tercapai jika pertanian tidak berdaulat. Selama petani tidak berdaulat, maka kesejahteraan akan jauh untuk kemudian diwujudkan.

Seperti apa kriteria sejahtera dalam konsep yang bapak rumuskan?

1. Petani tidak memiliki ketergantungan terkait hal yang berhubungan dengan kebutuhan produksinya. Selama ini, dalam melakukan produksi, petani sangat tergantung pada pihak lain seperti bibit, pupuk, obat-obatan hingga pasca panen.

Jika petani bebas dari ketergantungan ini, maka itu tandanya petani sejahtera.

2. Petani tercukupi kebutuhan hidupnya dan mampu menabung. Hal ini bisa tercapai jika petani bebas dari ketergantungan.

3. Bagi petani yang muslim, mampu mengeluarkan zakat pertaniannya ditambah sedekah. Zakat akan sulit dan tidak mungkin dikeluarkan jika hasil pertanian ini dibawah standar, tidak sesuai target.

Untuk bisa mencapai itu, apa langkah yang harus ditempuh?

Ada empat (4) langkah yang harus dilakukan. Sebagai bukan-calon Bupati Bima, secara operasional hal ini harus dilakukan.

Yaitu peningkatan kapasitas, fasilitasi, permodalan, dan proteksi kebijakan. Pertama, peningkatan kapasitas. Apa itu peningkatan kapasitas?

Adalah sebuah upaya agar petani memiliki kemampuan menjawab dan menyelesaikan berbagai problemnya secara mandiri.

Dengan kapasitas yang dimiliki, petani memiliki berbagai alternatif dan pilihan dalam mengatasi problem pertanian. Misal soal pupuk, petani memiliki alternatif untuk membuat atau menggunakan pupuk untuk pertaniannya, atau memiliki pengetahuan yang cukup terkait penggunaan pupuk.

Peningkatan kapasitas ini adalah jalan awal melepaskan petani dari belenggu ketergantungan.

Kedua, fasilitasi. Hal ini sebenarnya telah banyak dilakukan seperti pendidikan, pelatihan, hingga pendidikan. Namun, dalam era industri 4.0 ini, petani juga harus dikenalkan dengan teknologi.

Alih teknologi pertanian sederhana sangat dibutuhkan. Hal ini untuk menarik minat petani muda kita bahwa pertanian itu bukan jadul, sehingga asik.

Ketiga, permodalan. Pengembangan usaha pertanian tidak mungkin bisa berkembang tanpa adanya dukungan permodalan. Soal KUR misalnya, banyak petani yang tidak tahu. Ada alternatif lain soal permodalan, yaitu melalui Lazis untuk pengembangan pertanian produktif. Hal ini belum banyak dilakukan.

Dan keempat, proteksi kebijakan. Salah satu sebab yang justru menjadi penghambat petani ini adalah soal kebijakan. Sebagai bakal calon Bupati Bima 2020-2025, saya akan membuat kebijakan yang berpihak dan melindungi petani. Ini selaras dengan pilihan saya sejak awal, berdiri bersama petani.

Sebagai Calon Bupati Bima saya membuka diri untuk selalu mendapat masukan dan kritik. Ini bagian dari ikhtiar kita untuk membangun pertanian, membangun kesejahteraan. Ayo kita rebut kedaulatan petani. Mari kita teriakkan, wahai kaum tani, bersatulah. (01)