Soroti Aksi Pemukulan Anggota HMI Sumbawa dan Mataram, Andi Desak Kapolda Dicopot

By: On:
Soroti Aksi Pemukulan Anggota HMI Sumbawa dan Mataram, Andi Desak Kapolda Dicopot
Foto: Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan

Mataram (DetikNTB.com),- Di era demokrasi ini, sebagai buah reformasi, kebebasan berpendapat dan berekspresi dijamin Undang-undang, kritik atau aksi demonstrasi secara nalar konstruktif harus dilindungi dan dihargai secara konstitusional.

Kasus pemukulan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang sumabawa besar oleh aparat Kepolisian wilayah hukum Polres setempat. Kini mengundang reaksi HMI cCabang Mataram terhadap tindakan biadab tersebut.

“Secara kelembagaan kami kutuk tindakan represifitas oknum Polres Sumbawa Besar. Lagi- lagi itu tidak dibenarkan secara aturan, juga mengundang luka bagi seluruh kader HMI,” cetus Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan, Minggu (5/5).

BERITA TERKAIT: HMI Sumbawa Dihajar Aparat, Badko HMI Nusra Desak Kapolda Tindak Tegas

Artinya tambah Andi, setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 28 UUD 1945.

Pantauan media ini, pada saat aksi mahasiswa yang tergabung di HMI cabang mataram, mendapat perlawanan yang sama di depan halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, yaitu mereka dihadiahi tangan besi aparat.

“Yang terjadi adalah aparat kepolisian kembali melakukan tindakan represif dalam menangani aksi demonstrasi yang dilakukan HMI Mataram, aksi saling dorong antar mahasiswa dan aparat, banyak memakan korban,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut beberapa kader mengalami luka-luka. Ini pertanda kata pria asal Bima ini, mental negara sedang dalam keadaan darurat HAM, miskin perlindungan terhadap hak manusia yang paling asasi, bukti aparat hari ini memperlihatkan sikap arogansinya yang di luar batas kewajaran.

Lebih lanjut, andi meminta agar kapolda NTB yang baru, Nana Sudjana, agar mundur dari jabatan, jika tidak mampu menstabilkan keadaan. “Jika kehadirannya di NTB membawa malapetaka bagi keamanan masyarakat, maka kapolri segera mencopot pak Kapolda yang baru,” pinta alumni Hukum Unram ini dengan tegas. (Iba)