Rocky Gerung Pakai Masker Hitam Usai Isi Talkshow di Senggigi, Ada Apa…

Rocky Gerung Pakai Masker Hitam Usai Isi Talkshow di Senggigi, Ada Apa…
Foto: Rocky Gerung terlihat memakai masker hitam sedang menuju mobil jemputan depan loby hotel dikawal ketat panitia

Lombok Barat (Detik NTB),- Kegiatan talkshow yang digelar di Aruna Hotel Senggigi Lombok Barat yang dihadiri ribuan orang menghadirkan Rocky Gerung (RG) dan Ustadz Haikal Hasan, Sabtu (09/03) siang.

Usai mengisi acara talkshow tersebut, RG bersama Haikal terlihat keluar lewat pintu sebelah kiri lantai 3 hotel dikawal ketat sejumlah pengawal dan panitia. Sejumlah orang yang mau mengabadikan momen bersama RG dan Haikal pun dijegal oleh pengawal tersebut.

Sambil melewati kerumunan massa yang mau berfoto, RG terlihat memakai masker berwarna hitam menutupi mulutnya sampai di bawah kelopak matanya.

Media ini belum mengetahui penyebab RG memakai penutup wajah tersebut, dimintai komentar pun RG engan untuk menjawab pertanyaa sejumlah wartawan yang mengejarnya dari lantai 3 hotel.

Hanya saja, Ustadz Haikal Hasan atau yang dikenal Babe memberi komentar saat berada di atas mobil yang menjemputnya depan loby hotel.

“Terima kasih kepada Daerah Senggigi, Kita terima kasih kepada pak polisi dan semuanya, jaga baik-baik dan tertib,” tutur Babe berada di dalam mobil dengan memakai topi khasnya, di pundaknya disematkan shall bersama RG di duduk santai di dalam mobil.

Foto: Kapolres Lobar, AKBP Hery Wahyudi didampingi Wakapolres usai mengamankan acara

Sementara pihak kepolisian melalui Kapolres Lombok Barat, AKBP Hery Wahyudi dalam menjaga Kamtibmas, Ia mengerahkan sebanyak 200 anggota yang baik dari Mapolsek Senggigi maupun di Mapolres Lombok Barat itu sendiri.

“”Sekitar 2000 orang berpotensi mengganggu acara ini, Namun kami tidak boleh lengah. Sudah kami siapkan pasukan sekitar 200,” kata Kapolres Lombok barat Bos Hery Wahyudi di sela acara talkshow tersebut.

Diketahui sebelumnya, acara yang digelar relawan Pasangan Capres-Cawapres 02, Garuda Emas, ini sempat mendapat penolakan dari belasan warga sekitar wilayah pariwisata tersebut. (Iba)