Rebut Kursi Pimpinan, Golkar NTB Dituding Saling ‘Telikung’

Rebut Kursi Pimpinan, Golkar NTB Dituding Saling ‘Telikung’Reviewed by adminon.This Is Article AboutRebut Kursi Pimpinan, Golkar NTB Dituding Saling ‘Telikung’Mataram (DetikNTB),- Pemilihan anggota legislatif (Pileg) Provinsi NTB periode 2019-2024, partai Golkar meraih kursi terbanyak yakni 10 kursi dari sejumlah partai yang ikut berkompetisi. Partai Golkar pun berhak mengisi pucuk pimpinan DPRD NTB. Pengusulan tiga nama menjadi ketua di gedung Udayana itu pun sudah dilakukan oleh DPD I Partai Golkar NTB melalui rapat pleno. namun […]
Foto: Fungsionaris Pusat DPP Partai Golkar, Chris Parangan

Mataram (DetikNTB),- Pemilihan anggota legislatif (Pileg) Provinsi NTB periode 2019-2024, partai Golkar meraih kursi terbanyak yakni 10 kursi dari sejumlah partai yang ikut berkompetisi. Partai Golkar pun berhak mengisi pucuk pimpinan DPRD NTB.

Pengusulan tiga nama menjadi ketua di gedung Udayana itu pun sudah dilakukan oleh DPD I Partai Golkar NTB melalui rapat pleno. namun sayangnya pleno pada, Minggu (25/08) malam di kantor DPD I Partai Golkar NTB kemarin masih misteri karena tiga nama tersebut belum diungkap ke publik.

Menanggapi hal itu, fungionaris Pusat DPP partai Golkar, Chris Parangan menuding bahwa DPD I Partai Golkar saling telikung.

“Di dalam saja mereka saling telikung terkait calon Ketua DPRD NTB, apalagi kepada kadernya atau di luar partai,” kata Chris Parangan kepada wartawan, Kamis (29/08) di Mataram.

“Kalau perilaku seperti dipelihara, kita jangan kaget setiap pemilu yang kita hadapi di NTB ini akan semakin turun, terbukti di periode 2014-2019 kita mendapat 11 kursi namun untuk periode 2019-2024 ini Golkar hanya 10 kursi,” sambung keponakan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Theo L. Sambuaga, Kamis (29/08) di Mataram.

Politisi muda itu menegaskan sejatinya Partai Golkar memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama menyangkut keterbukaan informasi publik nomor 14 tahun 2008.

Dia mengingatkan, jika Partai Golkar pernah kalah dalam persoalan sengketa informasi di Mahkamah Agung pada 2014.

“Ingat loh, Golkar NTB sudah pernah kalah dengan putusan nomor: 700/K/Pdt.Sus.KIP/2014. Akhirnya partai membayar denda Rp500 ribu,” ujar keponakan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Theo L. Sambuaga itu.

Tidak mustahil tambahnya anggota DPRD yang duduk di Udayana (DPRD NTB: red) periode ke depan akan berkurang hingga mendapat 9 atau lebih kurang.

“Oleh karena itu, oknum pimpinan ini harus segera direhabilitir,” sindirnya.

Chris berharap para petinggi partai di DPD I Partai Golkar segera mengungkap tiga nama tersebut ke publik. (01)