Piala Dunia Rusia 2018 dan Meleburnya Sekat Politik

Piala Dunia Rusia 2018 dan Meleburnya Sekat Politik

Oleh : Zaenal Abidin Riam*

Ajang perhelatan sepak bola terakbar di dunia sedang berlangsung di Rusia, menariknya karena momen piala dunia kali ini bertepatan dengan momen politik di Indonesia, baik berupa Pilkada yang dalam hitungan hari ke depan akan digelar serentak di seluruh Indonesia, maupun ajang menuju Pilpres 2019 yang semakin hangat.

Entah ini sebuah kebetulan atau keberuntngan, kompetisi politik yang biasanya diwarnai memanasnya suhu rivalitas antara pendukung kandidat telihat sedikit cair, bagaimana tidak , tidak sedikit pendukung kandidat yang berbeda pilihan politik namun menjagokan tim yang sama di piala dunia, di pentas politik mereka adalah lawan tapi dalam urusan piala dunia mereka adalah kawan.

Suasana seperti yang dijelaskan di atas turut mengurai ketegangan tensi politik, bahkan tidak berlebihan bila dikatakan sekat diantara mereka cenderung melebur. Ini merupakan sebuah pertanda nyata bahwa bola sebagi olahraga paling diminati di dunia, mampu menjadi ajang pemersatu.

Lalu apakah dalam urusan dukung mendukung tim jagoan di piala dunia tidak ada rivalitas diantara suporter? tentu ada juga, namun yang pasti tensinya tidak sepanas rivalitas di panggung politik, mayoritas rivalitas tersebut hanya dibawa santai saja, boleh jadi mereka terlihat saling serang di media sosial tapi yakinlah mereka mengetik kalimat serangannya sambil tertawa.

Begitupun yang menanggapinya, membalas sambil tertawa, anda yang penggila bola tentu paham hal ini, bukankah anda juga melakukannya. Oleh sebab itu terlalu berlebihan pula bila ada pihak yang merasa khawatir terkait celoteh suporter yang berbeda dukungan di medsos.

Jika diamati lebih jauh lagi, beberapa peristiwa politik yang strategis justru tenggelam oleh hiruk pikuk piala dunia, tidak usah jauh-juh, ambil contoh debat kandidat sesi terakhir yang bertepatn dengan jadwal pertandingan bola di piala dunia, mana yang lebih banyak penontonnya? mana yang lebih banyak diperbincangkan hasilnya? mana yang lebih banyak dibahas di medsos? saya tidak perlu menjawabnya, anda juga pasti bisa menjawabnya sendiri.

Boleh jadi ada yang menganggap perbandingan ini terlalu menyederhanakan, iya memang menyederhanakan, Kenapa? karena bola tak butuh bahasa rumit untuk menjelaskannya, berbeda dengan politik, hal sederhana justru terkadang dibuat susah. Soal hasil, jangan ditanya lagi, hasil bola pasti lebih jujur dari hasil politik, iya kan.

Menonton piala dunia juga melatih akal waras kita, yang mana dalam politik akal waras itu sering kali tidak berfungsi karena dimandulkan oleh kepentingan, menonton piala dunia juga melatih kita memahami kenyataan sebagaimana yang sebenarnya terjadi, belum ada hasil pertandingan bola yang berakhir dengan satu kosong misalnya, tiba-tiba berubah menjadi satu sama, kejadian seperti itu hanya bisa terjadi di dunia politik, khususnya di kotak suara.

Bagi penggemar bola, nikmati piala dunia hingga akhir, bila tim jagoan anda tersingkir silakan beralih mendukung tim lain. Bagi timses kandidat, silakan bertarung habis-habisan memenangkan kandidt anda dalam Pilkada, namun bila kandidat anda kalah maka jangan baper ya.

*Penulis adalah Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban Pengurus Besar Himpunan Mahasisiwa Islam (PB HMI) 2015-2017