Petugas Pemilu Meninggal dan Sakit Akan Dibantu dari Urunan Komisioner KPU

Petugas Pemilu Meninggal dan Sakit Akan Dibantu dari Urunan Komisioner KPU
Foto: Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, Bersama Ketua KPU Lombok Utara, Juraidin dan Kapolres saat memantau Situng di Kantor KPU KLU

Mataram (detikNTB.com),- Setidaknya lebih dari 50 petugas KPPS dan PPK gugur saat bertugas pada Pemilu 17 April 2019 lalu di seluruh Indonesia, terbanyak di Jawa Barat dan lebih dari 400 orang yang jatuh sakit.

Atas hal itu, pihak KPU di seluruh Indonesia akan urunan untuk menyantuni pahlawan Pemilu yang meninggal dunia saat bertugas, bahkan yang sakit pun akan dibantu pembiayaannya. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU NTB, Suhardi Soud saat memantau proses perhitungan suara di Kabupaten Lombok Utara, Senen (22/04) siang.

“Kalau yang meninggal kita diminta (KPU RI) identifikasi, karena akan difasilitasi mungkin dari dana sosial karena memang kan asuransi tidak ada. Di KPU itu kan ada urunan komisioner seluruh Indonesia itu, itu bisa digunakan bantu teman yang meninggal dalam menjalankan tugas,” terang Mantan Ketua HMI Cabang Mataram ini.

BACA JUGA: KPU NTB Nilai Proses Hitung Suara di KLU Transparan Tanpa Ketegangan

“Kami sekarang sedang mendata yang sakit, bahkan tadi saya dapatkan informasi di Lotim ada yang keguguran, pengorbanan luar biasa. Lima bulan kehamilannya karena jalankan tugas di PPS, dia akhrinya keguguran. Ini sangat miris kita melihat teman-teman penyelenggara yang tulus bekerja tanpa kenal lelah dengan risiko yang sangat tinggi,” tambahnya.

Suhardi menghimbau kepada seluruh petugas perhitungan suara jika kesehatannya terganggu dipersilahkan untuk beristrahat sejenak. “Kalau harus istirahat ya istirahat saja sambil menunggu situasi menjadi lebih baik karena kerja teman-teman ada yang dari jam 08.00 sampai jam 12.00 malam baru selesai, ini kan kadang-kadang tidak manusiawi,” imbaunya.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU), Juraidin, sudah berkoodinasi dengan tim medis rumah sakit KLU untuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh petugas perhitungan suara.

BERITA TERKAIT: Wagub NTB Pimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu 2019

“Kita Koordinasi dengan RSU (Rumah Sakit Umum Lombok Utara) untuk kesehatan supaya diperiksa. Alhamdulillah mulai minggu kemarin RSUD KLU kirimkan tim medis untuk cek kesehatan PPK,” terang Juraidin di Kantornya.

Mantan Aktivis HMI ini mengakui, bahwa di kecamatan Bayan dan Kayangan ada yang jatuh sakit bahkan drop karena kelelahan. Para pahlawan pemilu yang sakit itu terangnya, sudah mendapatkan perhatian dari KPU sendiri. Namun hal itu katanya tidak menghambat Pleno di tingkat PPK.

“Ada beberapa yang drop dari Bayan, Kayangan. Sudah diinfus di Puskesmas tapi tidak menghambat Pleno di PPK. Kita sudah jenguk yang sakit dan berikan perhatian,” ucapnya.

Sejumlah petugas yang sakit tersebut akunnya, sudah disampaikan ke KPU pusat agar mendapat perhatian serius. “Sudah kami sampaikan ke pusat supaya teman teman yang sakit diperhatikan,” terangnya. (Iba)