Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Politik

PDIP dan Gerindra Berdamai di NTB

Mataram-Perseteruan politik antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) selalu menjadi sorotan utama publik. Pantas saja, sejak pertarungan dalam pemilihan Presiden tahun 2014, pertarungan dilanjutkan untuk merebutkan posisi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, selanjutnya diikuti oleh pertarungan-pertarungan lainnya di daerah pada pemilihan serentak kepala daerah 2017 lalu.

Perseteruan yang cukup panjang dan selalu alot juga identik dengan 2 tokoh sentral yakni Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto ini, seakan menjadi musuh permanen (abadi) dalam politik, sebagimana adanya koalisi permanen yang diinisiasi oleh Partai Gerindra pasca Pilpres.

Entah karena tidak solidnya koalisi permanen secara nasional atau sudah tepat pepatah politik yang mengatakan “dalam politik tidak ada musuh dan kawan abadi, yang abadi hanya kepentingan” atau ada sebab lain.

Kondisi berbeda dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pemilihan serentak Kepala Daerah 2018 ini. P8DIP dan Partai Gerindra mengambil langkah yang tidak biasanya, dengan sama-sama mengusung pasangan calon H. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023.

Ketua DPW NTB Partai Gerindra Ridwan Hidayat menyampaikan adanya kesamaan visi antara PDIP dan Gerindra dalam membangun NTB.

“Ya, kita ada kesamaan visi,” ungkapnya saat diwawancarai langsung di halaman kantor KPU Provinsi NTB pada Rabu. (09/01)

Integritas dan visi kerakyatan calon adalah hal yang diutamakan PDIP dan Gerindra sehingga dapat berkoalisi dalam Pilgub NTB 2018.

“kita lihat integritas dan visinya buat rakyat. Calon kami sudah 23 tahun berpengalaman, dari jadi anggota DPR, Wakil Wali Kota, Wali Kota,” Tegas ia saat mendampingi Ahyar Abduh dan Mori Hanafi mendaftar di KPU Provinsi NTB

Sementara Ketua DPW PDIP NTB Rachmat Hidayat yang coba dikonfirmasi wartawan dilokasi pendaftaran tidak bersedia memberikan komentar dan langsung menuju mobil.

Secara nasional PDIP dan Gerindra selalu indentik sebagai rival dalam kompetisi Pilpres, Pileg maupun Pilkada. Kesamaan pilihan dalam Pilgub NTB menjadi sesuatu yang unik dan patut ditunggu efek dari penyatuan tersebut.

PDIP dan Gerindra menjadi 2 dari 6 Partai Politik yang mengusulkan TGH. Ahyar Abduh dan Mori Hanafi sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023. (ak)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *