KPU NTB Nilai Proses Hitung Suara di KLU Transparan Tanpa Ketegangan

KPU NTB Nilai Proses Hitung Suara di KLU Transparan Tanpa Ketegangan
Foto: Ketua KPU NTB, Suhardi Soud saat mendengar keterangan dari Ketua PPK Gangga, Rahadi, tentang kondisi selama perhitungan suara di Gangga

Lombok Utara (DetikNTB.com),- Proses perhitungan suara di tingkat kecamatan di Lombok Utara dinilai transparan oleh ketua KPU NTB, Suhardi Soud. Hal itu disampaikannya saat melakukan monitoring pada proses perhitungan di tingkat PPK Pemenang dan Kecamatan Gangga, Senen (22/04) siang.

“Proses rekapitulasi sangat baik dan terbuka, di mana seluruh saksi, penyelenggara, dan panwas, sama-sama memegang C1, dan kalau ada yang bermasalah atau pencatatan yang berbeda langsung dikonfirmasi,” ucap mantan Ketua Umum HMI Cabang Mataram tahun 2000-an ini.

Ini menunjukan katanya, keterbukaan rekapitulasi jadi hal yang paling diutamakan dalam penyelenggaraan pemilu. “KPU ingin seluruh persoalan yang muncul di TPS harus diselesaikan di tingkat rekapitulasi kecamatan sehingga dia tidak menjadi residu masalah di level kabupaten kota dan Provinsi sampai KPU RI,” harapnya.

BACA JUGA: Bersama Danrem 162/WB, KPU dan Bawaslu NTB Sidak Gudang Logistik Pemilu

Hanya saja persoalannya, menurut ketua PPK Pemenang, lalu Masjudi Efendi, hanya pada kendala ketidak-pahaman pihak KPPS pada Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Katanya, sering sekali DPK tersebut dimasukkan ke DPTb.

“(Namun) kendala secara ininya (substansial nyaris) tidak ada,” tegasnya.

Untuk perhitungannya, baru dua desa yang masih proses perhitungan dimulai pada, sabtu (19/04) beberapa hari yang lalu yakni desa Pemenang Barat dan Pemenang Timur dengan jumlah TPS lebih dari 80. Hanya saja katanya, untuk desa Pemenang sendiri baru dihitung suara Presiden, DPD RI dan DPR RI.

Untuk kesehatan anggota baik PPK maupun KPPS sendiri katanya ada yang pingsan juga ada yang kurang darah disebabkan karena kurang istrahat.

Sementara di PPK Gangga sendiri juga nyaris tidak ada masalah, pantauan media ini di lokasi terlihat perhitungan suara di salah satu gedung sekolah para saksi peserta pemilu dan pihak PPK sendiri tidak ada ketegangan. “Tidak ada ketegangan di sini,” katanya. (Iba)