Kota Mataram Butuh Figur Pemimpin Panutan

Kota Mataram Butuh Figur Pemimpin PanutanReviewed by adminon.This Is Article AboutKota Mataram Butuh Figur Pemimpin PanutanMataram (DetikNTB.com),- Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, mengatakan, ada lima hal yang dapat membuat suatu bangsa atau wilayah maju dan mampu mengejar ketertinggalannya jika dilihat secara politik. Salah satunya adalah pemimpin yang visioner dan mengayomi rakyatnya. “Seorang yang menjadi pemimpin harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada khalayak atau […]
Foto: Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana

Mataram (DetikNTB.com),- Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, mengatakan, ada lima hal yang dapat membuat suatu bangsa atau wilayah maju dan mampu mengejar ketertinggalannya jika dilihat secara politik. Salah satunya adalah pemimpin yang visioner dan mengayomi rakyatnya.

“Seorang yang menjadi pemimpin harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada khalayak atau rakyat yang dipimpinnya,” jelas Wira, Kamis (04/07) di Mataram.

Menurut Wira, dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020 di NTB, khusus di Pilkada Mataram. Empat hal lainnya Wira kaitkan dengan wilayah Kota Mataram. Pertama, rakyat yang patuh kepada pemimpinnya.

Menurut dia, masyarakat di Mataram kendati merupakan ibukota provinsi NTB, namun umumnya mereka patuh pada pemimpin. Sehingga, tidak sulit untuk diajak bergerak membangun daerahnya. “Rakyat Mataram itu butuh sosok pemimpin yang bisa menjadi panutan yakni mereka yang mau bekerja ikhlas tanpa mengesempingkan kepentingan keluarga maupun golongannya,” tegas Wira.

Ia mengungkapkan, dari sisi geografis letak Mataram sangat strategis, karena menjadi daerah perlintasan perdagangan dari provinsi Bali melalui Pelabuhan Lembar-Padang Bai ke NTT melalui pintu Pelabuhan Sape di Bima dan sebaliknya.

Berikutnya, wilayah atau daerah tersebut harus dibangun oleh orang-orang berbakat yang bisa menjadi pandu perjuangan, manggala pembangunan.

“Di Mataram juga memiliki banyak media massa yang bisa dijadikan mitra untuk menyebarluaskan program-program pembangunan,” kata Wira.

Secara ekonomi, ia menekankan perlunya menjaga pertumbuhan ekonomi, inklusifitas, dan mempersempit kesenjangan sosial agar tidak terlalu lebar. Selanjutnya, tut wuri handayani juga perlu diamalkan.

“Terakhir, menciptakan pembangunan yang berkualitas. Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Sehingga lahir SDM (sumber daya manusia) yang unggul dari Kota Mataram,” jelas Wira.

Ia mengaku, dengan masyarakat Mataram yang heterogen, sudah sepatutnya arah pembangunan yang dilakukan kedepannya memokuskan pada sisi pelayanan. Hal ini penting agar dikotimi suku dan agama tertentu jangan lagi ada pada era digital saat ini.

“Disini, saya lihat banyak yang kurang soal pelayanan publik. Makanya, pekerjaan rumah kedepan itu adalah bagaimana seorang calon walikota mampu menghadirkan pelayanan publik yang prima,” ucap Wira.

“Pokoknya, figur kepala daerah di Mataram itu harus punya target kerja, jangan banyak di pendopo. Tapi dia harus banyak berada di tengah masyarakatnya, sehingga persoalan di Mataram, mulai sampah, banjir, berkurangnya lahan-lahan pertanian akan bisa diurai dan dituntaskan,” tambahnya. (Iba)