Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Hukrim Politik

Ketua Komisi 1 DPRD NTB, Masyarakat Dihimbau Tak Terprovokasi Hasil QC

Mataram,- Hasil Quick Count (QC) atau hasil pethitungan cepat dari Lingkaran Suvey Indonesia (LSI) menunjukkan perbedaan yang sangat tipis antara pasangan nomor satu Suhaili-Amin dengan Pasangan nomor tiga Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalilah yakni 0.07 persen, disusul pasangan nomor urut dua Ahyar-Mori dan terakhir nomor urut empat Ali-Sakti.

Oleh sebab itu, ketua Komisi I DPRD Provinsi NTB H. Ali Ahmad dalam rangka memantau dan pengawasi Pilkada NTB, sebagai ketua Komisi yang membidangi hukum mengimbau masyarakat untuk mengendalikan diri dan tidak terprovokasi dari hasil yang dipublish oleh lembaga-lembaga survei.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat NTB untuk mengendalikan diri dan tidak terprovokasi terhadap hasil hitung cepat (QC)” imbau Ali Ahmad melalui media ini, Kamis (28/06) siang di Mataram.

Masyarakat NTB tambahnya, harus menunggu hasil resmi dari KPU sebagai penyelenggara Pilkada NTB.

Anggota dewan empat periode juga menghimbau kepada seluruh penyelenggara pemilu untuk mengawal kotak suara dengan jujur adil (jurdil), bebas dan rahasia sampai pada perhitungan real count dari KPU NTB sendiri.

Macan udayana ini juga mengharapkan kepada pihak keamanan dan seluruh stakeholder untuk segera melakukan dan mengawasi pelaksanaan pemilu yang sedang dalam proses perhitungan oleh pihak KPU sebagai pelaksana.

“Komisi I DPRD NTB mengharapkan kepada Kapolda, Gubernur, Danrem dan semua tokoh di NTB untuk melakukan pengawasan pemilu yang tengah dihitung oleh KPU” desaknya.

KPU dan Panwaslu juga diminta untuk bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya dan betul-betul independen, serta mengawasi dengan baik dan menindak tegas siapapun yang melawan ketentuan Pilkada NTB ini.

“Sehinga hasil yang diharapkan masyarakat NTB betul-betul hasil pemilu yang jujur, adil, berlangsung bebas dan rahasia dan bersih”, harapnya.

Ia menekankan kepda masyarakat untuk tidak teroanxing dengan berita yang sumbernya tidak jelas yang mengakibatkan masyarakat terpacah dan terprovokasi.

“Sekali lagi diharapkan kepada masyarakat untuk jangan sampai terpancing dengan berita-berita yang tidak pasti, dengan berita-berita hoax”, tutupnya dengan tegas.

(IBA)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *