Ketua DPD Hanura NTB Ancam Pecat Kader tak Loyal

Ketua DPD Hanura NTB Ancam Pecat Kader tak LoyalReviewed by adminon.This Is Article AboutKetua DPD Hanura NTB Ancam Pecat Kader tak LoyalMataram (DetikNTB.Com),- Polemik Wakil ketua 1 Bidang OKK DPC Partai Hanura Kabupaten Bima, Abdul Heris dengan Ketua DPD Hanura NTB, Syamsu Rijal, dalam mengusung Calon Bupati Bima 2020-2025 yang mengerucut ke sosok Hj. Indah Dhamayanti Putri pada Pilkada yang berlangsung 2020 ini semakin panas. Ketua DPD Hanura NTB, Syamsu Rijal kepada media ini via telfon […]
Foto: Ketua DPD Partai Hanura NTB, Syamsu Rijal

Mataram (DetikNTB.Com),- Polemik Wakil ketua 1 Bidang OKK DPC Partai Hanura Kabupaten Bima, Abdul Heris dengan Ketua DPD Hanura NTB, Syamsu Rijal, dalam mengusung Calon Bupati Bima 2020-2025 yang mengerucut ke sosok Hj. Indah Dhamayanti Putri pada Pilkada yang berlangsung 2020 ini semakin panas.

Ketua DPD Hanura NTB, Syamsu Rijal kepada media ini via telfon yang tengah berada di luar daerah menegaskan, akan memecat setiap kader yang tidak taat dan loyal terhadap partai besutan Wiranto ini.

“Akan ada ancaman pemecatan kepada setiap kader yang tidak taat terhadap partai. Tegas itu!,” tegasnya, Rabu (19/2) siang.

Pihaknya kembali menegaskan, jika ada kader sendiri yang punya potensi untuk maju di Pilkada Kabupaten Bima, untuk apa mencari kader yang lain. “Maka saya tegaskan akan mencabut KTA setiap kader yang tidak loyal terhadap keputusan partai,”

Pihaknya mengapresiasi keberanian setiap kader termasuk Abdul Heris sebagai kader Hanura, namun keberanian itu katanya harus sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di partai.

Soal ancaman somasi kepada dirinya yang bakal dilayangkan oleh kadernya itu, pihaknya menegaskan bahwa pernyataan ancaman somasi tersebut tidak ada dalam aturan main partai. “Coba tanyakan ke yang bersangkutan ada ga aturan soal somasi di partai Hanura. Kan ga ada,” katanya.

Sebelumnya, Heris sapaanya menegaskan bahwa otoritas rekomendasi politik mengusung nama Calon Kepala Daerah dalam Pilkada Kabupaten maupun Kota adalah domain DPC. Posisi DPC Hanura sudah tepat secara politik dan manajemen hirarki partai merekomendasikan nama IDP.

“Ketua DPD Hanura NTB tidak punya otoritas mengintervensi apalagi membatalkan rekomendasi DPC. Posisi DPD Hanura NTB hanya mensupervisi dan memonitoring lalu lintas aktivitas DPC guna menjamin keberlangsungan mekanisme politik yang sehat dalam partai,” ujar ketua Desk Pilkada Partai Hanura Kabupaten Bima ini, Rabu (19/2) siang seperti rilis diterima media ini.

Penggembosan atas pencalonan IDP oleh DPD Haruna NTB tegasnya, adalah sebuah isyarat dan indikasi kuat melibatkan orang yang berkuasa selevel Gubernur. Pihaknya menganggap DPD telah merancang agenda tersebut sudah lama yang hendak menyelundupkan calon Wakil berpasangan dengan IDP.

“Mereka gagal berpasangan dgn IDP lalu membuat letusan politik yang seolah berbahaya bagi IDP, padahal mereka sedang membakar tubuhnya sendiri dengan korek api dari tangan mereka sendiri,” ujarnya berapi-api.

Soal kontribusi Bupati Bima, Hj. indah Dhamayanti Putri selama menjabat terhadap DPC Partai Hanura di Bima tegas Heris, semakin memperjelas kebutaan karena ketua DPD orang baru di Hanura.

“IDP tidak dalam posisi memenuhi hasrat pribadi orang tetapi terlibat aktif memberikan kontribusi ril terhadap partai Hanura,” ujarnya. (Iba)