Kabinda NTB Akui Jelang Pencoblosan, Isu Hoax Cenderung Meningkat

Kabinda NTB Akui Jelang Pencoblosan, Isu Hoax Cenderung Meningkat
Foto: Wakil Gubernur NTB Umi Rohmi didampingi Ketua DPRD Hj. Baiq Isvie Rupaeda dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) NTB, usai menggelar rapat konsolidasi di Kantor DPRD NTB

Mataram (Detik NTB),- Isu negatif atau hoax di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih warnai sosial media (Sosmed) menjelang Pemilu yang akan diselenggarakan serentak pada 17 April 2019 mendatang.

Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) NTB Tarwo Koesnarno menjelaskan, dinamika atau isu hoax menjelang pemilu 2019 ini meningkat, meningkatnya itu ditandai dengan ramainya media sosial yang pro dan kontra.

“Isu-isu hoax, isu-isu negatif masih terjadi dan kecenderungannya meningkat,” jelas Tarwo pada sejumlah awak media, Rabu (13/03) siang saat menghadiri rapat bersama Wagub NTB berserta Forkopimda di Ruangan Ketua DPRD NTB di Mataram.

Isu negatif atau hoax paling banyak disebar oleh masyarakat menurutnya, pada saat adanya surat suara tujuh kontainer yang sudah tercoblos yang viral beberapa bulan yang lalu yang terjadi di Jakarta Utara.

“Itu paling tinggi, hoax. Satu hari ada lebih dari 50 hoax yang disebarkan (di NTB),” tuturnya.

Namun hari terakhir ini trendnya menurun, walaupun beberapa minggu terakhir ini meningkat, satu hari diperkirakan 20-25 isu hoax yang disebarkan.

Tarwo menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan isu-isu yang belum tentu kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Sementara Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Rohmi Djalilah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengakui bahwa sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) anti Hoax.

“Satgas anti Hoax sudah terbentuk, untuk itu, namun semua pihak harus bersinergi untuk memerangi hoax sesui tupoksi kita masing-masing,” ajaknya didampingi Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda dan sejumlah Forkopimda NTB. (Iba)