Ini Daerah Rawan Konflik Menjelang Pilkada 2018. Bagaimana Dengan NTB?

Ini Daerah Rawan Konflik Menjelang Pilkada 2018. Bagaimana Dengan NTB?

MATARAM – Menjelang pesta demokrasi pilkada serentak 2018 pemerintah mulai mengidentifikasi dan memetakan daerah-daerah yang masuk kategori rawan konflik.

Pemerintah telah melakukan rapat terbatas untuk membahas permasalahan Pilkada 2018. Hadir dalam rapat tersebut di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Pemerintah mulai memetakan daerah-daerah rawan menjelang Pilkada 2018 mendatang. Ada empat daerah rawan konflik yang harus dipantau secara khusus, diantaranya, Papua, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Barat.

“Papua sekarang yang cukup tinggi suhu politiknya, Jawa Barat juga, nanti juga Jawa Timur kami tengarai seperti itu. Daerah Sulawesi Barat juga kami lihat ada riak-riak sedikit,” kata Wiranto. Rabu (1/11).

Menurut Wiranto keadaan daerah masih fluktuatif, ia berharap situasi yang kondusif dan stabil bisa terus berlangsung sampai pelaksanaan pilkada, sehingga masyarakat bisa memilih calon pemimpinnya dengan suasana damai.

“Kalau memilih dengan cara damai tanpa tekanan dan paksaan pilihannya kan tepat. Kalau pemilihannya tepat pelaksanaan pemilu juga aman maka kualitas yang dihasilkan dari proses pemilihan itu akan bagus,” kata dia.

Seperti di beritakan sebelumnya Bawaslu RI dalam salah satu acara di Kantor Bawaslu Provinsi NTB mengatakan, NTB adalah salah satu daerah berpotensi konflik pada pilkada 2018. Terlepas dari perbedaan tersebut masyarakat harus tetap sama-sama menjaga diri dalam menentukan kualitas pemimpin dan demokrasi di NTB. (ak)