IDP Ketiban “Electoral Efek” HOAX

IDP Ketiban “Electoral Efek” HOAX
Foto : Muhammad Isnaini AR Direktur Eksekutif Independent Democracy Policy (INDeP)

Saya Salut Dengan Cara Kerja TIM IDP di Media Sosial.

Setiap Info HOAX Selalu Mereka Viralkan.!

TujuanNya apa.? Tentu untuk Naikan Popularitas dan Elektabilitas.

Kok bisa.? Iya, sangat bisa. Mereka gunakan logika pembuktian terbalik.

Jika sang pembuat HOAX tidak mampu membuktikan tuduhannya, maka IDP akan dapat “Electoral Efek”. IDP Mendapat kesan selalu terzolimi. Selalu di Fitnah. Simpati menjadi semakin besar.

Apa yang didapat sang penebar HOAX, dibelakang mereka menjadi cemohan dengan predikat sang “Penebar Fitnah”.

Mereka para penebar HOAX mendapat antipati yang cukup besar. Dalam wajah publik, mereka digambarkan sebagai kaum gagap narasi, minim ide dan gagasan.

Ini soal cara membalikan presepsi Publik.

Pernah suatu Survei mengatakan, mayoritas pemilih NTB masih dipengaruhi oleh 2 Hal. Pertama karena oleh Tokoh Masyarakat /tokoh agama dan kedua karena dipengaruhi Rasa Kasihan.

Klasifikasinya, Pulau Lombok Pemilihnya masih memilih karena pengaruh tokoh masyarakat atau tokoh agama.

Dan Pulau Sumbawa masih dipengaruhi oleh “Rasa Kasihan”

Point itulah yang di Kapitalisasi Oleh “TIM IDP”

Inilah point yang akan menjadi kerja Tim setiap tokoh politik.