HMI Badko Nusra Desak Pemerintah Bentuk TPF

HMI Badko Nusra Desak Pemerintah Bentuk TPF
Foto: Bendahara Umum HMI Badko Nusra saat berorasi di atas mobil komando depan Mapolda NTB

Mataram (DetikNTB.com),- Tragedi 21-22 Mei 2019 menelan delapan (8) korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka dirawat intensif di sejumlah Rumah Sakit di Jakarta akibat tindakan represifitas aparat keamanan yang menjaga berlangsungnya ribuan massa aksi yang mengatasnamakan gerakan kedaulatan rakyat di depan kantor Bawaslu RI.

Selain itu, tragedi Pemilu yang menewaskan petugas pemilu lebih dari 700 jiwa menjadi perhatian serius Himpunan Mahasiswa Badan Koordinasi Nusa Tenggara (HMI Badko Nusra).

Aksi yang dipimpin Furkan tersebut mendesak pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mengungkap tragedi kematian ratusan petugas pemilu di berbagai daerah tersebut.

“Mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim pencari fakta atas meninggalnya (ratusan) anggota KPPS di berbagai daerah,” teriak Furkan dalam orasinya seperti pernyataan tertulis yang diterima media ini saat massa mengepung Mapolda NTB, Jumat (24/05) siang.

Selain itu, massa juga meminta Presiden Jokowi bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan menewaskan delapan (8) orang karena diduga atas tindakan represifitas aparat keamanan yang menjaga berlangsungnya ribuan massa aksi mengepung Bawaslu RI di Jakarta.

“Mengecam dan mengutuk tindakan represif aparat kepolisian kepada massa aksi 21-22 Mei,” keca Ketua Umum HMI Badko Nusra Rizal Mukhlis.

Rizal sapaannya juga meminta Komnas HAM untuk mengusut dugaan pelanggara HAM yang dilakukan oleh Polri dalam membubarkan ribuan massa dengan menggunakan peluru tajam serta mendesak Presiden untuk mencopot Kapolri Tito Karnavian dan Menkopolhukam Wiranto.

“Copot Kapolri dan Menkopolhukam,” katanya. (Iba)