Evi Apita Maya Tuding Jenderal Farouk Penipu Kelas Berat

Evi Apita Maya Tuding Jenderal Farouk Penipu Kelas Berat
Foto: Peraih suara terbanyak Calon Anggota DPD RI Dapil NTB, Evi Apita Maya (istimewa)

Mataram (DetikNTB.com),- Calon Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) nomor urut 27, Jenderal (Purn) Farouk Muhammad akhirnya menggugat Evi Apita Maya nomor urut 26 karena dituding menggunakan foto editan (terlalu cantik) setelah dinyatakan mendapat suara terbanyak dari semua calon DPD RI Dapil NTB oleh KPU NTB.

Sidang pertama Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk pemilihan anggota DPD RI Dapil NTB tersebut mulai disidangkan di MK hari ini, Jumat (12/7) malam.

Menanggapi tudingan anggota DPD RI Petahana yang tengah memperkarakan kasusnya di MK tersebut, Liaison Officer (penghubung) Evi Apita Maya yakni Marwan Galle menegaskan bahwa Farouk Muhammad melakukan penipuan publik.

“Saya ingin mengatakan satu hal ke publik, bahwa pak Farouk penipu kelas berat ternyata,” tuding mantan aktivis HMI Cabang Mataram, Marwan, Sabtu (13/07) saat diwawancara media ini di Mataram.

Untuk membenarkan tudingannya, calon magister salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini, menegaskan bahwa mantan Kapolda NTB 2001 tersebut adalah sebenarnya tidak mempunyai rambut sama sekali alias botak.

“Cukup satu saja yang akan saya kemukakan, pak Farouk kemana-mana punya rambut, bahkan foto di kertas suara itu ada rambut, padahal aslinya kepala beliau botak,” terangnya tegas.

Foto yang terlalu cantik yang diperkarakan di MK itu tambah Marwan, akan memperpanjang kekalahannya karena dalil yang diperkarakannya di kantor penjaga konstitusi yang dipimpin Anwar Usman itu tidak jelas dan prematur.

“Saya kira dia sedang memperpanjang kekalahan. Belum siap menerima kekalahan, dan merasa perlu mencari orang yang dipersalahkan. Akhirnya disasarlah mbak Evi tanpa dalil yang jelas dan matang” ujarnya.

Lebih lanjut Marwan menuturkan, menjadi hak konstitusional bagi pemohon dan semua pihak untuk membawa sengketa pemilu di MK. “Sepantasnya, dalil-dalil yang diajukan juga perlu diperhatikan, jangan sampai objek jadi bahan tertawaan dan lelucon publik,” ujarnya nyeleneh.

Dia menyarankan Farouk perlu bercermin sebelum mengambil langkah. “Harus bercerminlah prof,” sarannya.

Sementara menurut kuasa hukum Farouk Muhammad, Happy Hayati Helmi di dalam persidangan bahwa Evi Apta Maya melakukan manipulasi dengan mengedit fotonya di luar kewajaran.

“Bahwa calon anggota DPD RI dengan nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya, diduga telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran. Ini akan dibuktikan dengan keterangan ahli Yang Mulia,” ujarnya, Jumat (12/7) saat sidang seperti dilansir di Kumparan.

Namun, Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna mengaku kaget terhadap gugatan calon anggota DPD petahana daerah pemilihan NTB Farouk Muhammad yang mempersoalkan penggunaan foto diedit untuk pendaftaran calon anggota DPD.

“Kaget juga saya kalau ternyata foto bisa berurusan jadi anu juga ya. Iya benar saya baru tahu itu,” tutur hakim seperti dikutip di kantor berita Antara. (Iba)