DPW PAN NTB: Lima Ketua DPD Bukan Dicopot tapi Penyegaran

DPW PAN NTB: Lima Ketua DPD Bukan Dicopot tapi PenyegaranReviewed by adminon.This Is Article AboutDPW PAN NTB: Lima Ketua DPD Bukan Dicopot tapi PenyegaranMataram (DetikNTB.Com),- Kisruh pergantian sejumlah ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak lima DPD di Nusa Tenggara Barat oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) beberapa hari yang lalu bukan merupakan sebuah pencopotan namun sebuah penyegaran terhadap kepengurusan partai di tingkat DPD. “Dia tetap menjadi kader partai untuk bersama-sama mengawal Pilkada serentak yang digelar di NTB. Kan […]
Foto: Ketua DPW PAN NTB, H. Muazim Akbar saat konferensi pers di kantornya di Mataram

Mataram (DetikNTB.Com),- Kisruh pergantian sejumlah ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak lima DPD di Nusa Tenggara Barat oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) beberapa hari yang lalu bukan merupakan sebuah pencopotan namun sebuah penyegaran terhadap kepengurusan partai di tingkat DPD.

“Dia tetap menjadi kader partai untuk bersama-sama mengawal Pilkada serentak yang digelar di NTB. Kan hanya tugas dia sebagai ketua DPD itu aja diganti sementara. Bukan melanggar,” jelas Ketua DPW PAN NTB, H. Muazim Akbar, Kamis (27/2) di Mataram kemarin.

Pencopotan ketua di lima DPD PAN serta penunjukan langsung lima pelaksana tugas tersebut (PLT) bukan karena mereka melanggar aturan partai. “Penyegaran sementara, bukan karena beda pilihan politik di Kongres, bukan,” tegasnya

Kelima ketua yang dicopot jabatannya tersebut dipersilahkan bertarung kembali di Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PAN bulan Maret mendatang. Yang bertugas mempersiapkan itu semua adalah pelaksana tugas yang ditunjuk tersebut.

“Karena PLT ini tugasnya mengawal sampai Musdalub. Karena yang tanda tangan pada pendaftaran bakal calon kepala daerah di KPU nanti harus ketua definitif bukan PLT,” terang ketua tim pemenangan Zulkiflie Hasan pada kongres di Kendari baru-baru ini.

Kembali Muazim tegaskan bahwa beda dipecat dengan penunjukan PLT pengganti ketua tersebut. Para ketua DPD tambahnya tetap menjadi kader PAN namun tugasnya diganti.

Ketika ditanya apakah benar keputusan untuk menunjuk PLT tersebut illegal tanpa melalui mekanisme partai?, pihaknya mempersilahkan untuk mempertanyakan kepada yang bersangkutan. “Yah, tanya sih kepada mereka yang menyatakan illegal,” cetusnya.

Keputusan tersebut katanya merupakan hasil evaluasi DPW atas kinerja yang dilakukan oleh ketua-ketua DPD selama menjabat.

“Misalnya di Sumbawa yang dulunya kursinay lima menjadi empat, Dompu dari ketua DPR jadi satu. Jadi banyak faktor,” terangnya.

Untuk diketahui, kelima ketua-ketua DPD PAN yang dicopot tersebut yaitu Yuliadin Bucek ketua DPD Dompu, Eva Zainora Ketua DPD Lombok Timur, Lalu Muhamad Irwan Ketua DPD Kota Mataram, Burhanudin Jafar Salam Ketua DPD Sumbawa dan Lalu Teguh Juangsa Putra DPD Lombok Tengah. (Iba)