Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Pilkada Serentak Politik

Diduga bawa institusi KAHMI di Politik praktis, Lalu Pujo “disemprot” Sekwil

Mataram (Detikntbcom),- Sekretaris Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Provinsi Nusa Tenggara Barat (KAHMI NTB), M. Zakiy Mubarok, menyesalkan pernyataan Lalu Pujo Basuki Rahmat yang membawa-bawa institusi KAHMI untuk kepentingan politik praktis dengan memberi dukungan atau mengarah kepada salah satu pasangan calon dalam Pilkada.

“Secara kelembagaan, KAHMI tetap memegang prinsip independen baik secara organisatoris maupun etis moral, sebagaimana diajarkan sejak di HMI,” katanya kepada sejumlah media di Mataram, Rabu (25/11).

Sekretatis KAHMI ini mengatakan bahwa, belum lama ini, sebuah media memuat pernyataan Lalu Pujo Basuki yang mengatasnamakan Ketua KAHMI Kota Mataram membuat pernyataan tentang adanya hasil rapat di internal KAHMI Kota Mataram berkaitan dengan sosok pemimpin di Kota ini masa depan. Meski tidak secara eksplisit menyebut paslon, namun pernyataan itu diduga kuat mengarah ke salah satu paslon.

“Menyebut atau tidak siapa paslon dimaksud, tetapi mengarahkan KAHMI secara kelembagaan kepada salah satu paslon dalam Pilkada adalah tindakan yang mencederai fatsoen organisasi,” kata Zakiy Mubarok.

Zakiy juga menambahkan, mestinya sebagai alumni HMI, Pujo Basuki, bisa lebih memberi penekanan pada pembelajaran dan pendidikan politik yang baik kepada kader HMI tentang komitmen dan konsistensi dalam memperjuangkan visi dan misi organisasi tentang lima kualitas insan cita.

“Sebenarnya nggak elok juga bicara soal prinsip berorganisasi dengan sesama alumni HMI di media massa milik publik seperti ini, tapi karena pernyataan dukungan yang mengatasnamakan KAHMI sudah terekspose, saya terpanggil untuk mengingatkan tentang pelajaran paling dasar di HMI sekaligus mengoreksi pernyataannya,” kata Zakiy Mubarok.

Ia juga mengatakan baru membaca pernyataan Pujo Basuki yang mendukung salah satu paslon Pilkada dengan mengatasnamakan KAHMI Kota Mataram dari beberapa rekannya yang mengaku keberatan dengan pernyataan tersebut.

“Tidak pernah ada keputusan apapun yang sifatnya kelembagaan dari KAHMI yang mendukung salah satu paslon dalam Pilkada, termasuk di Kota Mataram,” kata Zakiy Mubarok.

Lanjut Zaky, namun demikian, KAHMI tidak pernah menutup kemungkinan bagi setiap alumni HMI dalam kapasitas sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam political election, termasuk dalam Pilkada.

“Secara pribadi silahkan saja berkreasi sepanjang tidak membawa institusi KAHMI,” ucap Zakiy Mubarok.

Selanjutnya, Ia mengatakan bahwa selaku Sekretaris Umum Wilayah KAHMI NTB, akan mempertimbangkan pernyataan Pujo Basuki yang berpotensi menimbulkan kisruh dan konflik di dalam tubuh KAHMI. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *