Demokrasi Kita Bukan Demokrasi Kriminil

Demokrasi Kita Bukan Demokrasi KriminilReviewed by adminon.This Is Article AboutDemokrasi Kita Bukan Demokrasi KriminilMataram-Tahun 2018, sebanyak 171 daerah akan melangsungkan pemilihan kepala daerah secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi NTB. Partai politik dan gabungan partai politik telah mengusung calon masing-masing dan siap bertarung. Melihat perkembangan terbaru menyambut pemilukada di NTB, melalui media detikNTB.com, Sekretaris Partai NasDem Lombok Tengah Ahmad SH menyatakan bahwa ada perkembangan yang kurang menarik […]
Foto : Ahmad SH Sekretaris Nasdem Lombok Tengah

Mataram-Tahun 2018, sebanyak 171 daerah akan melangsungkan pemilihan kepala daerah secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi NTB. Partai politik dan gabungan partai politik telah mengusung calon masing-masing dan siap bertarung.

Melihat perkembangan terbaru menyambut pemilukada di NTB, melalui media detikNTB.com, Sekretaris Partai NasDem Lombok Tengah Ahmad SH menyatakan bahwa ada perkembangan yang kurang menarik dalam kontestasi perebutan takhta kepala daerah. Sebagai contoh saja, media sosial menjadi lahan caci maki dan saling mengolok-olok sesama pendukung. Dalam satu postingan saja bisa di komentari paling sedikit 200-an komentar. Baik pendapat maupun sekedar memberi “like”.

Ahmad SH menambahkan bahwa jika NTB menyatakan secara mayoritas mempunyai pemilih cerdas maka hal demikian terbalik sama sekali dengan perilaku dan tindakan yang tidak perlu dari para pendukung paslon.

Foto : Ahmad SH saat mengantar pasangan Suhaili-Amin mendaftar di KPU Provinsi NTB

“Seharusnya para pendukung itu perang gagasan, NTB maupun Kabupaten/Kota kedepan itu harus bagaimana, Infrastrukturnya, planologinya, daya dukung lingkungannya, sumber daya manusia harus ditingkatkan atau tidak, bukan dengan adu mulut dan melakukan tindakan bar-bar, merusak alat peraga dll” ujarnya.

Ahmad SH menambahkan bahwa Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu sedang bekerja sesuai perintah konstitusi. Tetapi yang lebih penting adalah Partai sebagai tulang punggung dari semua proses ini harus bekerja lebih. Partai bisa memantau keadaan sehingga para kader dan simpatisan bekerja dengan simpatik.

“Seperti Tim Suhaili-Amin yang cukup ketat menyaring materi kampanye. Kutipan-kutipan dari pasangan calon harus memberikan kesejukan dan fakta. Sehingga rakyat bisa menilai dan memberikan pendapat atas kinerja selama ini. Tapi dengan cara yang baik dan tentu mengedepankan etika dalam berpolitik” ucapnya.

Lebih lanjut Ahmad SH mengatakan bahwa Pemilukada sebenarnya ajang pembuktian kalau partai dan rakyat bisa bersama-sama memberikan teladan sehingga yang terpilih nanti benar-benar putra daerah terbaik.

“Bukan memenangkan calon dengan cara maen kayu yang disertai dengan kalimat caci maki, apalagi menyerang pribadi paslon.” tegas Ahmad SH yang juga Sekretaris Tim Koalisi Bersatu Suhaili-Amin di Lombok Tengah. (ar)