Demi Tanah Leluhur, MND Nyaleg DPRD Dapil VI Kabupaten Bima

Demi Tanah Leluhur, MND Nyaleg DPRD Dapil VI Kabupaten Bima
Foto : Muhammad Nur Dirham

Bima,- Kerisaun akan ketidakmerataan pembangunan dan dipandang sebelah matanya kaum masarakat tani, buruh serta nelayan oleh pemerintah di tanah kelahirnya membuat jiwanya terpanggil dan permintaan  para kerabat untuk ambil bagian dalam percaturan politik tingkat daerah guna membenahi segala problematika di tanah leluhurnya.

Aktifis yang suaranya selalu lantang dalam memperjuang hak-hak petani, nelayan serta untuk kestabilan harga hasil pertanian di hadapan pemerintah pusat atau kementerian  hingga pucuk pimpinan tertinggi di negeri ini harus kembali dari perantauan demi tanah leluhurnya

Marwah organisasi HMI dan jabatan sekjend DPP Bardam Nusa yang melakat  dalam pundaknya serta mengalir di setiap denyut nadinya dan panggilan jiwa sebagai anak negeri membuat dirinya tidak pernah mundur sejengkal pun dalam setiap perjuangnya maupun dengan segala resiko perjuangannya.

Adalah Muhamad Nur Dirham (MND) atau orang memanggilnya Noris parange Lahir di Desa Ncera, 21 agustus 1982. Putra ke 3 dari 6 bersaudara dari pasangan bapak Dirham Ibu Tamuriah lahir, hidup dan besar di lingkungan petani, buruh dan nelayan.

Pendidikan dan pengalaman untuk bekal massa depan membuat anak petani ini harus mencari ilmu dan pengalaman di ibukota Jakarta. Seiring berjalannya waktu, ilmu dari Universitas Indra Prasta PGRI (Unindra) dan Universitas Bhayangkara jurusan Hukum.

Pengalaman organisasinya tidak diragukan lagi, mulai dari organisasi HMI Cabang Jakarta, Deklarator Forum Komunikasi Mahasiswa Bima Bekasi (FKMBB), Pengurua KMBJ, KKBN, BMMB Sampai jadi Sekjen DPP Barisan Muda Bima Nusantara (Bardam Nusa) 2015- Sekarang.

Berbekal ilmu di dunia universitas, organisasi dan pengalaman hidup membuat dia mengambil jalan menjadi pejuang untuk masyarakat.

Nama MND kian melejit dan populer di kalangan para aktifis ibukota dan daerah serta  para politisi sehingga membuat masyarakat dan kerabat di tanah kelahirannya memanggilnya untuk ambil bagian dalam pemilu legislatif di tahun 2019 mendatang lewat partai Beringin Karya (Berkarya), partai besuhan putra bungsu presiden Indonesia kedua yaitu Hutomo Mandala Putra atau dikenal Tomi Soeharto.

Keingian diri, keluarga dan para petani, buruh dan nelayan di tanah leluhurnya agar dirinya merebut kursi parlemen lewat partai berkarya diyakini partai ini pasti mempejuangan hak-hak petani seperti mendiang bapaknya Soeharto yang selalu menitikberatkan pengembangan pertanian melalui program Repalita I-VII tahun 1969-1998. Dan bagi masyarakat Bima, jasa serta perjuangan Soeharto sangat dikenang karena di era kepemimpinan beliau lah  NTB menjadi Bumi Gora (Bumi Gogo Ranca).

Semoga berbekal pengalaman, ilmu pengetahuan dan wawasannya bisa menyakini masayarakat di lima kecamatan menjadi Dapilnya itu untuk memilihnya sebagai wakilnya. Semoga sang Illahi juga mengijabah segala do’a serta merestui niat tulus, iklasnya menjadi DPRD kabupaten Bima guna memperjuangan masayarakat Bima.

(IBA)