Bupati Bima Tidak Konsisten, Diduga Otak Penyebar Covid-19

Bupati Bima Tidak Konsisten, Diduga Otak Penyebar Covid-19Reviewed by adminon.This Is Article AboutBupati Bima Tidak Konsisten, Diduga Otak Penyebar Covid-19Bima (DetikNTB.Com),- Di tengah gencarnya masyarakat internasional melawan virus Corona (Covid-19) termasuk masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan pertemuan, rapat yang memungkinkan menghadirkan masyarakat banyak, salah satu Bupati yang berada di daerah Timur di Indonesia yakni Bupati Kabupaten Bima tetap melakukan pertemuan-pertemuan yang menghadirkan banyak orang. Beberapa Minggu terakhir ini, pantauan pengamat Wakil Ketua KNPI NTB, […]
Wakil Ketua KNPI NTB, Muhammad Isnaini (kiri), Bupati Bima, Hj Indah Dhamayati Putri sedang berbincang dengan puluhan warga diduga berlokasi di pendoponya di Kota Bima (kanan/istimewa)

Bima (DetikNTB.Com),- Di tengah gencarnya masyarakat internasional melawan virus Corona (Covid-19) termasuk masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan pertemuan, rapat yang memungkinkan menghadirkan masyarakat banyak, salah satu Bupati yang berada di daerah Timur di Indonesia yakni Bupati Kabupaten Bima tetap melakukan pertemuan-pertemuan yang menghadirkan banyak orang.

Beberapa Minggu terakhir ini, pantauan pengamat Wakil Ketua KNPI NTB, Muhammad Isnaini, bahwa Bupati Bima terlihat banyak melakukan penggalangan massa di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bima.

“Tentu ini tidak konsisten dengan merujuk surat edarannya bernomor 014/012/03.7/2020 atas nama Bupati Bima tentang pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Decease (Covid-19) di Kabupaten Bima,” kata pria disapa Bimbim seperti pernyataan diterima media ini, Minggu (21/3) siang.

Salah satu point dalam surat edaran pada point kedua menjelaskan jelasnya, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) meminta semua pihak untuk menunda dan atau membatasi rapat, pertemuan, atau kegiatan yang menghadirkan banyak orang pada tempat-tempat umum.

Selanjutnya, pada point ketiga yaitu, IDP yang juga Bakal Calon Bupati Bima 2020-2025 ini juga meminta kepada perangkat daerah agar melaksanakan koordinasi, sosialisasi dan edukasi mengenai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Merujuk hal itu, saya menduga IDP tidak konsisten dengan himbuannya. Saya juga menduga Bupati Bima otak yang sengaja menyebar Covid-19 dengan serangkaian pertemuan itu tanpa mengindahkan himbauan WHO atau pemerintah pusat untuk menjaga jarak (social distanding),” tuduh mantan aktivis HMI Cabang Mataram ini.

Untuk itu, pihaknya mendesak Presiden, Mendagri dan Gubernur NTB untuk memanggil Bupati Bima untuk diberi bimbingan khusus tentang bahaya Covid-19.

“Sehingga Bupati Bima tidak lagi mengorbankan rakyat di tengah wabah pandemi dunia demi kepentingan elektabilitas politiknya,” desaknya.

Untuk diketahui, penyebaran Covid-19 sangat cepat menyebar dimulai dari Wuhan China beberapa bulan yang lalu, kemudian disusul Italia dan negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu, WHO dan semua pihak mengajak masyarakat untuk tidak keluar rumah dan selalu mencuci tangan setiap saat serta makan makanan mengandung vitamin untuk kekebalan tubuh. (Iba)