Ahmad Muzani: HBK Pendiri dan Pejuang Partai Gerindra

Ahmad Muzani: HBK Pendiri dan Pejuang Partai GerindraReviewed by adminon.This Is Article AboutAhmad Muzani: HBK Pendiri dan Pejuang Partai GerindraLombok Barat,- Minggu malam (03/3), ada moment yang tidak biasa di kediaman Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono, atau yang akrab disapa HBK ketika sejumlah pimpinan Partai Gerindra se- Pulau Lombok menyambangi kediamannya di daerah Senggigi dengan Dress Code batik lengan panjang semua. Rupanya malam itu ada jamuan makan malam […]

Lombok Barat,- Minggu malam (03/3), ada moment yang tidak biasa di kediaman Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono, atau yang akrab disapa HBK ketika sejumlah pimpinan Partai Gerindra se- Pulau Lombok menyambangi kediamannya di daerah Senggigi dengan Dress Code batik lengan panjang semua.

Rupanya malam itu ada jamuan makan malam bersama Sekjen Partai Gerindra yakni Ahmad Muzani, yang juga adalah Wakil Ketua MPR RI.

Usai acara makan malam bersama, acara dilanjutkan dengan mendengarkan tauziah politik yang disampaikan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang secara khusus membahas siapa HBK dan bagaimana sepak terjangnya dalam membangun kebesaran Partai Gerindra. Hal ini Ahmad Muzani jelaskan agar seluruh pengurus dan kader Partai Gerindra NTB mengerti betul rekam jejak dan pengorbanan HBK dalam membangun Partai Gerindra, serta mengapa sampai Prabowo Subianto mengutusnya sekarang sebagai Caleg DPR-RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok ini.

Ahmad Muzani mengawali tauziah politiknya dengan menceritakan awal-awal dibentuknya Partai Gerindra antara tahun 2007/2008 silam. Dalam paparannya, Ahmad Muzani mengatakan bahwa diawal-awal terbentuknya Partai Gerindra telah diwarnai dengan sikap pro kontra diantara para pendiri-pendirinya, apakah Prabowo Subianto akan membentuk Ormas atau Partai.

“Pertimbangan saat itu, mengapa harus Ormas, karena sudah banyak Partai yang berdiri dan mapan seperti Partai Hanura yang saat itu sudah booming dan menampung banyak Jenderal Purnawirawan. Kalkulasi politiknya, sudah tidak ada lagi celah untuk mendirikan sebuah Partai karena waktunya sudah sangat mepet, para politisi sudah terserap masuk di Partai-Partai yang ada, kemudian Partai-Partai yang berdiripun sudah penuh”, ungkap Ahmad Muzani.

Namun demikian, lanjut Ahmad Muzani menjelaskan, HBK justru yang paling lantang dan paling teguh menginginkan supaya Prabowo Subianto membentuk Partai saja, agar perjuangan Prabowo Subianto tidak setengah-setengah dan total.

“Akhirnya perjuangan HBK yang ingin membentuk Parpol tidak sia-sia. Tanggal 6 Februari 2008, Gerindra resmi mendeklarasikan diri sebagai Partai Politik,” kata Ahmad Muzani.

Kemudian setelah Partai Gerindra berdiri, ditengah-tengah persiapan mengikuti kontestasi Pileg dan Pilpres 2009, HBK mendapatkan tugas khusus melakukan penggalangan diluar struktur untuk memperkuat dan meluaskan jaringan pemilih Partai Gerindra. Masuknya Almarhum Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang serta Desmon J. Mahesa adalah hasil kerja keras dan usaha yang tidak kenal lelah HBK, dalam meyakinkan mereka untuk bergabung di Partai Gerindra.

“HBK sebagai orang Sandi Yudha (perang clandestein), tentu mampu melakukan tugas-tugas khusus tersebut karena memang disitu HBK punya ilmu dan keahliannya,” tambahnya.

Hasilnya kemudian, lanjut Ahmad Muzani, adalah pada Pemilu 2009, Partai Gerindra mampu meraih 26 Kursi di DPR-RI, dibanding Partai Hanura yang dapat 18 Kursi di DPR-RI. Hasil ini sesungguhnya dibawah ekspektasi awal, tapi juga tidak terlalu mengecewakan untuk ukuran Partai yang baru terbentuk”, tutur Ahmad Muzani.

Ahmad Muzani kemudian mengatakan agar pengurus dan kader Partai Gerindra di Lombok tidak ahistoris atau buta sejarah bahwa HBK itu tetap terlihat dan selalu dilibatkan dalam setiap pertarungan politik Partai Gerindra di manapun dan kapanpun.

“HBK itu seorang petarung sejati, yang loyalitas dan pengorbanannya untuk Partai Gerindra tidak perlu diragukan lagi. Jika ada masalah di internal Partai Gerindra, biasanya hanya ada dua pilihan yang selalu dilakukan HBK. Pertama, mengajak debat face to face, atau diajak penyelesaiannya secara kesatria. HBK selalu menyelesaikannya di depan, dan tidak pernah main belakang, sangat sportif,” tambahnya. (Iba)