Adu Pesona Playmaker Politik Ali-Sakti vs Suhaili-Amin, Siapa Yang Handal?

Adu Pesona Playmaker Politik Ali-Sakti vs Suhaili-Amin, Siapa Yang Handal?Reviewed by adminon.This Is Article AboutAdu Pesona Playmaker Politik Ali-Sakti vs Suhaili-Amin, Siapa Yang Handal?Mataram-Pemilihan Gubernur NTB 2018 mendatang dipastikan akan menarik banyak animo masyarakat. Tingkat partisipasi politik rakyat untuk memilih calon pemimpin di daerah nya akan meningkat, seiring dengan membaiknya persepsi rakyat tentang figur figur yang mengikuti konstestasi pilkada ini. Kecendrungan membaiknya sentimen positif dari rakyat karena pesona figur yang tampil di PilGub NTB memiliki magnet yg kuat […]
Foto: Bambang Mei Dan Lalu Athar

Mataram-Pemilihan Gubernur NTB 2018 mendatang dipastikan akan menarik banyak animo masyarakat. Tingkat partisipasi politik rakyat untuk memilih calon pemimpin di daerah nya akan meningkat, seiring dengan membaiknya persepsi rakyat tentang figur figur yang mengikuti konstestasi pilkada ini.

Kecendrungan membaiknya sentimen positif dari rakyat karena pesona figur yang tampil di PilGub NTB memiliki magnet yg kuat dengan latar belakang maupun talenta yang dimilikinya.

Paslon Ali Sakti diprediksi akan memenangi PilGub NTB karena dianggap pernah mengikuti pilkada lotim 2013 silam. lewat jalur independen dan menang.

Selain itu sebagai calon independen, setidaknya Ali Sakti memiliki loyalis votter 303 ribu lebih suara by name , by adress yang siap menjadi avant garde.

Sementara Paslon Suhaili Amin yang diusung Golkar Nasdem dan PKB dengan 19 Kursi Parlemen equavalen 700 ribuan suara, pasti tidak mudah dikalahkan oleh lawan politiknya karena kekuatan mesin politik partai maupun dukungan jamaah Yatofa dan kaum Nahdliyin yang jumlahnya cukup signifikan menambah pundi pundi suara Suhaeli Amin.

Baik Ali-BD maupun Suhaili menyadari memiliki bargain politik kuat. Maka sebagai playmaker politik utama, publik akan disuguhi pesona manuver politik yang handal oleh kedua figur tersebut dalam mengatur dan menggerakan gerbongnya meraih simpati dan dukungan rakyat.

Demikianlah disampaikan Mi6 dalam siaran persnya secara berkala terkait pilkada NTB kepada Media, Jumat 4 Januari 2018 .

Selanjutnya Mi6 menilai Ali Sakti dan Amin Suhaili pasti sudah mengkalkulasi dan berhitung secara cermat soal probabilitas maupun plus minus mengikuti *perjudian* politik ini.” Yang jelas mereka tidak ingin dipecundangi dengan mudah,” kata direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH yang didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah,SE.

Selain itu , kata Bambang Mei Finarwanto , bagi Ali Sakti dan Suhaili Amin, konstestasi PilGub NTB ini dianggap sebagai lompatan titian karier politik ke jenjang lebih atas sekaligus prestise politik tertinggi. “Hal ini karena mereka punya track record bertarung di arena pilkada dan sama sama menang dua kali,” ujarnya sambil menambahkan wajar jika Pilgub NTB ini dijadikan *final battle*

Menurut didu panggilan akrab direktur Mi6, sebagai *gladiator politik* yg mumpuni, kedua paslon tersebut saat ini terlihat masih saling menjajaki ketahanan gerakan politiknya dalam memperebutkan simpati rakyat.” Suhaili Amin itu, ibarat burung Nazar yg tetap memantau dari kejauhan setiap pergerakan rival politiknya ,”‘kata didu

Sebaliknya, Cagub NTB, Ali BD nampak makin agresif lewat kontruksi manuver politik paradoks yang kerap kontroversial. ” Ali BD sengaja membangun opini kontroversi politik sebagai upaya menaikkan citra posisi tawarnya ,” lanjutnya .

Bagi Didu , rangkaian kontroversi yang dicuatkan Ali BD sebagai bagian mengedukasi dan memberikan pencerahan politik.” Rakyat harus dibangunkan kesadaran politiknya agar peduli terhadap realitas sekelilingnya ,”ungkap didu

Dilain pihak , lanjut didu, paslon Suhaili Amin justru menjauhi politik konfrontasi karena menjadi kontra produktif, jika harus menambah lawan politik diluar ring. ” Suhaili Amin terkesan low profile dan adem ayem dibalik gesekan politik yang ekskalasinya cenderung meningkat,” ujarnya lagi .

Tapi yang jelas keduanya , kata Didu
tentu ingin menjadi yg is the best dimata konstituen. “Semua media dipakai untuk membranding tampilannya agar makin perfect tapi berbeda strategi taktiknya,” imbuhnya.

Selanjutnya Baca…. Peta Dukungan dan Taktik Strategi