Adu Pesona Playmaker Politik Ali-Sakti vs Suhaili-Amin, Siapa Yang Handal?

Adu Pesona Playmaker Politik Ali-Sakti vs Suhaili-Amin, Siapa Yang Handal?Reviewed by adminon.This Is Article AboutAdu Pesona Playmaker Politik Ali-Sakti vs Suhaili-Amin, Siapa Yang Handal?“Peta Dukungan dan Taktik Strategi” Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah mengatakan mengetahui dan mengukur ekspektasi persepsi publik, mereka memasang jaring pengaman politik yang bisa meng up date secara berkala elektabilitas maupun untuk mengetahui sisi kelemahan team worknya. ” Lembaga Survey dan Media pasti menjadi salah satu referensi utama melihat kecendrungan isu isu yg […]
Foto: Bambang Mei Dan Lalu Athar

“Peta Dukungan dan Taktik Strategi”

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah mengatakan mengetahui dan mengukur ekspektasi persepsi publik, mereka memasang jaring pengaman politik yang bisa meng up date secara berkala elektabilitas maupun untuk mengetahui sisi kelemahan team worknya. ” Lembaga Survey dan Media pasti menjadi salah satu referensi utama melihat kecendrungan isu isu yg berkembang maupun pergerakan Paslon lain ,” ungkap Athar .

Lebih jauh Athari mengulas
salah satu parameter mengukur elektabilitas atau popular vote paslon, selain hasil hasil perolehan suara dlm proses politik sblmnya, juga survey lembaga politik dalam melihat ekspektasi pemilih.

Lembaga Survey , lanjut Athar , oleh kedua paslon tersebut sebagai *tools* mengukur capaian kerja politik dlm maraih persepsi dan ketertarikan konstituen. “survey politik penting karena memiliki mekanisme dan metodologi yg bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, khususnya berdasarkan ilmu statistika,” ungkapnya sembari memprediksi baik Ali Sakti dan Suhaili Amin memakai lembaga survey sebagai acuan pergerakan politiknya di basis .

Meskipun demikian, imbuh Athar harus dipahami bahwa survey itu hanya *tools* untuk mengukur tingkat elektabilitas calon pada saat itu. “survey itu hanya semacam *petunjuk awal yang terlihat sesaat* dan tidak menunjukkan jumlah perolehan suara,”ujarnya sambil mengatakan
hasil Survey pada akhirnya merupakan salah satu tools utk mengambil keputusan dan strategi politik dlm konstestasi politik ini.

Terkait peta dukungan , sambung didu , dengan loyalis votter by name , by adress tersebut , kerja politik paket Ali Sakti di basis lebih mudah karena sudah tahu mapping suara pemilih nya.

Guna memaksimalkan dan memperluas dukungan pemilih lainnya, kata Didu, Ali Sakti cukup menugaskan 303 ribu loyalis vottersnya tersebut merekrut dan merawat tiga orang pemilih saja secara intens dipastikan memenangkan PilGub NTB.” Maka dengan 1,2 juta pemilih Ali Sakti akan menjadi pemenang PilGub ntb dengan catatan tidak ada turbulensi politik yang mengganggu kinerja Ali Sakti dimata publik,” ungkap Didu yang juga mantan Direktur Eksekutif Daerah Walhi NTB ini .

Paket Suhaili Amin, lanjut Didu tentu akan memaksimalkan kerja mesin politik parpol pengusung plus relawan loyalis nya , khususnya dari Jamaah Yatofa dan kaum Nahdliyin.” Selain itu peran cawagub moh amin dalam memback up perolehan suara pulau sumbawa tidak bisa dianggap remeh,” ujarnya.

Dalam kontek ini , kata Didu , Paket Suhaili Amin untuk wilayah mbojo perolehan suaranya kelak diprediksi cukup signifikan, khususnya dikota dan Kabupaten Bima.” Ketua Golkar Kabupaten Bima yang juga Bupati kabupaten Bima tentu akan diinstruksikan memaksimalkan peran dan power politiknya,” sambung didu sambil menambahkan untuk kota Bima , peran Cawalkot Bima , Lutfi yang diusung Golkar tentu tidak tinggal diam memenangkan Suhaeli Amin juga.

Untuk Lombok Barat dan Kota Mataram mesin politik partai Golkar akan memainkan peran strategis untuk memenangkan Suhaili Amin karena dua wilayah ini lumbung tradisional suara utama Golkar dari masa ke masa .” ,meskipun demikian tetap terbuka celah suara Golkar terbelah karena Faktor Ahyar Abduh,” cetus Didu

Selanjutnya PKB NTB , ulas Didu , dengan melihat kecendrungan politik yang mengemuka ke publik agaknya PKB NTB perlu melakukan membuka dialog dengan NU maupun sayap pemuda Nahdliyin lainnya terkait sejumlah putusan politik yang dianggap tidak elok.” PKB NTB saat ini mengalami situasi yang dilematis terkait relationshipnya dengan NU maupun kaum muda NU lainnya yang mendukung paslon diluar Suharli Amin,” pungkasnya. (Ibl)