606 Petugas Pemilu 2019 Gugur, HMI Bandung Raya Gelar Doa Qunut Nazilah

606 Petugas Pemilu 2019 Gugur, HMI Bandung Raya Gelar Doa Qunut Nazilah
Foto: Ketua Umum HMI MPO Cabang Bandung Raya, Fathul Nur Rahman

Bandung (DetikNTB.com),- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) melaksanakan ritual qunut nazilah pada tanggal 15 mei 2019 di PUSDAI Jawa Barat (Jabar) guna melaknat dalang di balik kematian petugas Pemilu serentak 2019 hingga hari ini mencapai angka 606 orang. Ritual qunut nazilah dipimpin langsung oleh ketua umum HMI Cabang Bandung Raya, Fathul Nur Rahman.

“Tingginya angka kematian tersebut adalah sesuatu yang tidak wajar karena terjadi secara massif,” ungkap Fathul, Rabu (15/05) melalui siaran persnya.

Di tengah kegiatan, Fathul juga menyatakan bahwa pemilu 2019 adalah pemilu terburuk sepanjang sejarah perjalanan politik bangsa Indonesia karena melihat beberapa faktor mulai dari kelalaian menginput data, banyaknya laporan dari warga yang tidak bisa menggunakan hak suara dengan berbagai alasan hingga sampai masalah banyaknya kekurangan kertas suara.

“Sedangkan jumlah anggaran yang digunakan terbilang cukup besar jika dibandingkan dengan pemilu 2014 yang lalu. Oleh karena itu ketua umum KPU RI Arief Budiman dinilai telah gagal dalam melaksanakan tugas dan harus mundur dari jabatannya,” tutur Pria kelahiran Bima ini.

Ritual ini tambahnya, dilaksanakan sebagai pengganti aksi demo mengingat ini adalah bulan suci Ramadhan. “Kami tidak ingin ibadah puasa kami terganggu oleh emosi yang berasal dari hawa nafsu, jika kematian petugas KPPS yang terjadi secara massif terdapat unsur pembunuhan, semoga Allah SWT segera mengungkap aktor di balik pembunuhan tersebut dan semoga Allah SWT melaknat mereka,” pintanya. (Iba)