Ternyata bawang merah Bima berkualitas ekspor dibanding Jawa

Ternyata bawang merah Bima berkualitas ekspor dibanding JawaReviewed by adminon.This Is Article AboutTernyata bawang merah Bima berkualitas ekspor dibanding JawaMataram (Detikntbcom),- Anggota Komisi II DPRD NTB Abdul Rauf mengungkap bahwa produksi hasil pertanian masyarakat Bima khususnya bawang merah ternyata kualitasnya mengejutkan yaitu kualitas ekspor. “Ternyata bawang merah hasil produk petani di Bima itu kualitasnya ekspor. Kalah jauh dengan kualitas yang diproduksi di Jawa,” ungkap duta Demokrat Dapil VI, Selasa kemarin di Mataram. Pernyataan yang […]
Kunjungan Komisi II DPRD NTB pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah dihadiri ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia

Mataram (Detikntbcom),- Anggota Komisi II DPRD NTB Abdul Rauf mengungkap bahwa produksi hasil pertanian masyarakat Bima khususnya bawang merah ternyata kualitasnya mengejutkan yaitu kualitas ekspor.

“Ternyata bawang merah hasil produk petani di Bima itu kualitasnya ekspor. Kalah jauh dengan kualitas yang diproduksi di Jawa,” ungkap duta Demokrat Dapil VI, Selasa kemarin di Mataram.

Pernyataan yang disampaikannya itu bukan tanpa alasan kuat. Pihaknya mendapatkan informasi itu saat kunjungan kerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah yang dihadiri sejumlah pengusaha bawang merah. Dalam pertemuan itu pihaknya berkenalan dengan Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABM) Drs. Jauhari yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Rauf menjelaskan saat bertukar pengalaman dengan Jauhari, bahwa memang bawang Bima dinyatakan sebagai bawang berkualitas tinggi dibandingkan dengan bawang hasil produksi di luar Bima.

“Kualitas ekspor yang dimaksud dilihat dari besarnya, aromanya, keringnya, tingkat bulatnya dan bertahan lamanya saat dilakukan pengiriman hingga sampai ke negara-negara tetangga. Itu yang disenangi sama Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura Filipina dan sejumlah negara lainnya di Asia Tenggara,” ungkap Jauhari disampaikan Abdul Rauf saat diwawancarai media ini.

Lantas kenapa harga bawang merah Bima itu harganya bisa terjun bebas di satu waktu tertentu?. Pihaknya menjelaskan, itu karena adanya permainan para pengusaha nakal yang dianggap sebagai agennya pengusaha besar di luar negeri.

“Sehingga informasi harga bawang di luar negeri yang didapat oleh tangan kedua dan ketiga dari pengusaha nakal pada pengusaha di Bima tidak utuh, karena akses informasi ke luar negeri tidak bisa diakses langsung. Sehingga harga bawang itu bisa dimainkan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan menginisiasi pembentukan Asosiasi Bawang Merah Wilayah NTB untuk bisa mengakses pasar di luar negeri melalui pengurus asosiasi Bawang Merah Indonesia.

“Nantinya informasi harga pasar luar negeri bisa diketahui dan diakses langsung melalui group WhatsApp yang dibentuk tanpa dimainkan oleh para pengusaha nakal dan nilainya bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk itu katanya, pemerintah daerah Kabupaten Bima sebagai daerah penghasil bawang merah dan pemerintah Provinsi NTB tambah Rauf, harus bisa menjadikan pelabuhan-pelabuhan yang ada bisa dijadikan sebagai tempat pengiriman langsung ke negara yang dituju tanpa dikirim ke jawa terlebih dahulu untuk dilabeli oleh mereka.

“Sehingga nama bawang merah hasil produksi Bima itu dianggap hasil produksi Jawa, padahal itu hasil produksi dari para petani di Bima, itu yang perlu kita pikirkan bersama,” tutupnya. (Iba)