Polemik Bibit Jagung; GP ANSOR Akan Polisikan Kadistan Kota Bima

Polemik Bibit Jagung; GP ANSOR Akan Polisikan Kadistan Kota Bima
Foto: Wakil Koordinator Jagung Nasional PP GP Ansor, Muhammad Yusuf Mansur

Mataram-Pembagian bibit jagung dari Kementerian Pertanian RI mendapat perhatian publik akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, penyaluran bibit jagung ditingkat petani diwarnai dengan isu ada penarikan uang yang berkisar antara Rp 100.000-Rp 300.000 setiap kelompok tani yang disinyilir dilakukan oleh GP Ansor.

Dengan menyebarnya isu tersebut, Wakil Koordinator Jagung Nasional PP GP Ansor Muhammad Yusuf Mansur Geram. Dia membantah dengan sangat keras terkait isu tersebut.

“Kami GP ANSOR tidak pernah melakukan pungli. Kalaupun ada oknum orang yang mengaku GP ANSOR, saya tegaskan itu bukan GP ANSOR” ujarnya

Menurutnya dalam bekerja khususnya terkait pengawasan penyaluran Bibit jagung, GP ANSOR Memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Dan penarikan Uang kepada kelompok tani jagung tidak ada dalam SOP GP ANSOR.

“Mengambil pungli dalam melakukan bentuk bantuan kepada masyarakat dalam hal ini khusunya petani tidak ada dalam SOP GP ANSOR” tegasnya.

Apa yang terjadi di Kota Bima, Menurut Yusuf, itu jelas bukan pengurus Ansor.

“Kami sudah komunikasi dengan Lukman, Dia mengakui secara pribadi, bukan GP ANSOR, bukan anggota GP ANSOR” lanjutnya.

Untuk itu, sebagai tindakan serius dalam menyikapi polemik yang telah menyeret nama GP ANSOR, Yusuf mengatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Hal ini dilakukan sebagai bukti bahwa GP ANSOR Tidak terlibat dalam penarikan uang kepada kelompok tani jagung di kota Bima.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, akan mengecek keabsahan Media yang memberitakan persoalan tersebut. GP ANSOR akan melakukan langkah pidana sesuai UU Jurnalis Nomor 40 Tahun 1999.

“Kepala Dinas Pertanian Kota Bima dan Media yang memberitakan persoalan ini akan kami laporkan ke pihak yang berwajib. Karena tentang berita GP ANSOR yang melakukan pungli itu Hoax. Sehingga akan kami tindak lanjuti sesuai UU ITE dan UU Pers yang berlaku” terangnya.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, media yang memberitakan tersebut tanpa melakukan berita yang berimbang atau klarifikasi kepada GP ANSOR sebelum memunculkan berita tersebut.

“Dan tiba-tiba berita tersebut dihapus dari halamannya. Ini kan Aneh, kan gitu. Kan sudah eror itu” ucap Yusuf dengan geram

Lalu Lukman yang dihubungi oleh media ini melalui telepon selular, membantah dengan keras bahwa dia mengaku sebagai pengurus GP ANSOR.

“Tidak pernah saya mengatakan saya pengurus GP ANSOR. Itu dipelintir” terangnya.

Menurut Lukman, ketika ditanya saat rapat klarifikasi di DPRD Kota Bima, bahwa dia mengatakan tidak memiliki hubungan secara struktural dengan GP ANSOR.

“Saya katakan, hubungan secara struktural tidak ada, tapi karena saya adalah penerima manfaat dari programnya GP ANSOR kan gitu. Tentu saya berhubungan dalam rangka mempertanggung jawabkan urusan ini, urusan jagung ini. Sehingga kenapa saya hadir disini karena saya pelaku. Yang tentu bisa menjelaskan secara detail urusan ini” ucap Lukman mengulang kata-katanya saat rapat.

Lukman menegaskan bahwa dia ga ada urusan dengan GP ANSOR, Karena Lukman bukan bagian dari Stuktural Ansor.

“Saya tidak pernah mengaku Pengurus GP ANSOR” tutupnya.