Penyaluran Bibit Jagung di Dompu Dipersoalkan di Dispan NTB

Penyaluran Bibit Jagung di Dompu Dipersoalkan di Dispan NTB
Foto: Massa aksi membentangkan spanduk tuntutan di Dispan NTB

Mataram,- Persoalan pengadaan bibit jagung di Provinsi NTB diduga bermasalah khususnya di Kabupaten Dompu.

Hal itu diungkap oleh sejumlah massa aksi yang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Petani (GMP3) yang dikomando langsung oleh Ardyn Bhule.

Dikatakannya, bahwa ada sejumlah persoalan yang dihadapi oleh petani jagung di Kabupetan Dompu, di antaranya penyaluran yang dilakukan oleh GP Ansor, NU, Hasdi dan Gempita yakni adanya dugaan memanipulasi data Calon Petani Calon Lahan (CPCL).

Selain itu, adanya dugaan pengusulan data CPCL fiktif, adanya oknum memperjual-belikan bibit dengan kisaran 700 ribu sampai satu juta perdus dan adanya penarikan uang Rp 200.000 – 300.000 rupiah kepada CPCL perdus dengan alasan untuk pendaftaran anggota.

Bahkan menurutnya, ada dugaan UPTD Pertanian setempat tidak memegang data CPCL yang diusulkan meski sudah menandatangani Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPJM) pengusulan CPCL dan adanya dugaan penyalahgunaan bantuan bibit jagung untuk kepentingan politik.

“Padahal bantuan bibit jagung ini merupakan program langsung dari Kementerian Pertanian untuk petani kita tanpa dipungut biaya sepersen pun apalagi diarahakn untuk kepentingan politik,” terang Ardy Bhule seperti releas yang diterima media ini, Kamis (11/10) siang di halaman Kantor Dinas Pertanian Provinsi NTB.

Hal itu, ia meminta Dispan NTB untuk menghentikan program bantuan bibit jagung lewat GP Ansor, NU, Hasdi, dan Gempita di Kabupaten Dompu.

Selain itu, puluhan massa aksi juga meminta Dispan NTB untuk mendata ulang CPCL jika ada perluasan areal tanam dan dilakukan secaea transparan dengan melibatkan berbagai pihak.

Dispan Provinsi NTB tidak ada satupun perwakilan yang bisa dikonfirmasi soal tuntutan massa aksi. Sampai berita ini dimuat masih berlangsung aksi tersebut.

(IBA)