Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Petani Bawang Merah

Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Petani Bawang Merah

BIMA – Harga bawang merah makin hari makin rendah. Ini tentu saja berdampak pada nasib para petani. Seperti yang di sampaikan oleh 2 petani desa ngali “erfatin dan manha”. Mereka mengatakan bahwa petani sekarang nasibnya tidak tentu. Dan seolah pemerintah menutup mata atas masalah yang di hadapi petani.

Di temui diwarung kopi pojok desa erfatin menyebutkan harga bawang merah tidak sebanding dengan harga pestisida. “Lebih mahal modal yang kami keluarkan ketimbang harga yang kami terima. Harga bibit yang mahal ditambah harga pestisida juga sangat mahal. Ini sangat mencekik kami”. Ujarnya.

Harga bawang yang sangat rendah seolah pemerintah tutup mata. “Pemerintah membiarkan kami para petani meratapi nasib kami sendiri. Pemerintah itu antara ada dan tiada untuk petani. Mereka hanya ada ketika ada maunya”. Lanjut mantan mahasiswa hukum salah satu Univ. di jakarta ini.

Menurutnya, pemerintah harus turun tangan menangi masalah harga bawang merah. Agar harga bisa berpihak kepada kesejahteraan petani. “Ibu bupati dan presiden jokowi harus peduli sama nasib petani. Tanpa petani, negara ini tidak ada. Kedaulatan bangsa di tentukan oleh kedaulatan dan kesejahteraan petani”. Tutup petani asli ngali.

Sedangkan menurut rejo, dengan rendahnya harga bawang merah maka petani kesulitan dalam mengembalikan modal yang di keluarkan. Baik modal membeli bibit maupun hutang pestisida. “Kalau kami jual bawang kami sekarang, kami rugi total. Kalau kami simpan juga bawang kami, bisa rusak bawang itu dan belum tentu harganya juga bagus. Selain harga yang rendah, pembeli juga jarang yang membeli bawang merah. Tahun ini, tahun yang sulit buat petani”. Ujarnya dengan sorot mata yang tajam penuh harap. (ar)