Harga Bawang Merah Rendah, Petani Menjerit

Harga Bawang Merah Rendah, Petani Menjerit

Bima,- Nasib petani bawang merah, kian hari kian tak menentu. Di Desa Ngali, seorang Petani bawang merah, abdul malik alias bayu menuturkan bahwa harga bawang merah tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk biaya perawatan bawang merah.

“Pestisida makin mahal sedangkan harga bawang merah sangat rendah” ujarnya.

Menurutnya, harga bawang merah sekarang jangankan untuk biaya capek. Untuk mengembalikan biaya modal saja tidak cukup.

Atas hal demikian, Bayu berharap ada upaya yang dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga dan membantu petani.

“Pemerintah kami harapkan turun tangan. Selain itu juga, pemerintah bisa mensubsidi harga pestisida” lanjutnya.

Sedangkan Ilham tayeb alias Inton mantan Ketua BEM Universitas Nahdathulwathan yang telah menjadi petani di kampungnya menuturkan harga bawang merah ini rendah semenjak Jokowi menjadi Presiden Indonesia.

“Harga bawang merah dipengaruhi oleh kebijakan import. Sehingga bawang lokal tidak memiliki harga di sebabkan bawang merah banyak yang beredar” ucapnya.

Kondisi ini, menurut inton sangat merugikan petani. “Kebijakan pemerintah sangat merugikan petani. Termasuk naiknya harga BBM, itu juga sangat dirasakan petani. Sebab harga-harga yang lain naik bawang merah tidak” tegasnya. (ar)