Fraksi PDIP NTB Minta Pemerintah Tangani Serius Hutan Gundul di Pulau Sumbawa

Fraksi PDIP NTB Minta Pemerintah Tangani Serius Hutan Gundul di Pulau Sumbawa
Anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP Ahmad Yadiansyah

Mataram,- Maraknya pembalakan liar disertai penggundulan hutan secara masiv diduga untuk ditanami jagung yang terjadi di Pulau Sumbawa terutama di wilayah Kabupaten Bima dan Dompu membuat fraksi PDIP NTB diwakili oleh Ahmad Yadiansyah, S.Sos angkat bicara.

Pasalnya, penggundulan hutan tersebut menurutnya, akibat lemahnya pengawasan pemerintah khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB terutama Polisi Hutan (Polhut) terhadap hutan-hutan yang ada di Pulau Sumbawa, khususnya daerah yang menjadi sasaran untuk ditanami jagung.

Bahkan menurutnya, di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak dijelaskan secara rinci penangan hutan yang ada di NTB. Hanya saja, dia melihat dijelaskan secara umum saja.

“Mestinya di dalam RPJMD 2018-2023 tersebut dibuat pemetaan dulu terhadap persoalan hutan yang ada di tiap-tiap Kabupaten/Kota yang ada, sehingga kita bisa memetakkan solusinya seperti apa?, karena setiap Kabupaten/Kota memliki kondisi dan masalah yang berbeda”, pinta anggota DPRD NTB termuda ini, Rabu (07/11) siang saat memberikan keterangan kepada detikntb.com di ruangannya usai mengikuti rapat paripurna DPRD NTB terkait RPJMD.

“Yang tertuangkan skala secara keseluruhan penanganan bencana. Cuma spesifiknya dalam penanganan hutan rakyat itu belum tertuang dalam RPJMD 2018-2023”, tambah sosok yang biasa disapa Yagen ini.

Fraksi PDIP sendiri di dalam RPJMD 2018-2023 meminta untuk dibuatkan pemetaan baru terhadap persolaan hutan yang ada di Kabupaten/Kota termasuk dibuatkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang baru, karena masyarakat sekarang katanya lagi semangat dalam bertani jagung yang membutuhkan lahan yang luas.

“Akhirnya hutan dibabat,” imbuhnya.

Untuk menangani persoalan masyarakat tersebut, dia meminta kepada pemerintah daerah maupun Provinsi NTB untuk memberikan edukasi terhadap para petani khususnya petani jagung supaya ramah terhadap lingkungannya.

“Sebenarnya inikan kurang edukasi dari pemerintah di tengah antusianya masyarakat dalam pengembangan petani jagung, akhirnya hutan dibabat,” keluhnya. (iba)