Bardam Nusa Ultimatum Distambun hingga Menteri Pertanian soal Bibit Bawang Putih

By: On:
Bardam Nusa Ultimatum Distambun hingga Menteri Pertanian soal Bibit Bawang PutihReviewed by adminon.This Is Article AboutBardam Nusa Ultimatum Distambun hingga Menteri Pertanian soal Bibit Bawang PutihJakarta (DetikNTB.Com),- Hari buruh internasional (may day) yang biasa dirayakan seluruh buruh di dunia setiap tanggal 1 Mei diperingati berbeda oleh kelompok pemuda Bima di Jakarta yakni Dewan Pimpinan Pusat Barisan Pemuda Bima Nusantara (DPP Bardam Nusa). Kumpulan anak-anak muda Bima merantau ini memberi ultimatum sekaligus mensomasi Menteri Pertanian, Syarul Yasin Limpo terkait bantuan bibit […]
(kiri) DPP Bardam Nusa audiensi dengan Mabes Polri menyoal kasus bibit bawang putih, kanan (Sekjen Bardam Nusa, Muh. Noer Dirham)

Jakarta (DetikNTB.Com),- Hari buruh internasional (may day) yang biasa dirayakan seluruh buruh di dunia setiap tanggal 1 Mei diperingati berbeda oleh kelompok pemuda Bima di Jakarta yakni Dewan Pimpinan Pusat Barisan Pemuda Bima Nusantara (DPP Bardam Nusa).

Kumpulan anak-anak muda Bima merantau ini memberi ultimatum sekaligus mensomasi Menteri Pertanian, Syarul Yasin Limpo terkait bantuan bibit bawang putih tahun anggaran 2020 ini yang diperuntukkan bagi Provinsi NTB khususnya Kabupaten Bima.

“Hari ini Jum’at 1 Mei 2020 Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day) Barisan Pemuda Bima Nusantara (Bardam Nusa) kembali melayangkan surat Ultimatum Somasi kepada Menteri Pertanian RI menyoal terkait bantuan bibit bawang putih tahun 2020 diperuntukan Propinsi NTB dan lebih khusus Bima,” tegas Sekjen DPP Bardam Nusa, Muh. Noer Dirham, Jumat (1/5) seperti diterima media ini.

Katanya, setelah beberapa kali Bardam Nusa melakukan audiensi serta aksi demonstrasi di kantor Kementrian Pertanian sepanjang 2019 hingga 2020, hal-hal yang menyangkut problem yang dihadapi para petani di Bima secara khusus yang selama ini diatensi tidak ada respon serius dari Dinas Pertanian setempat hingga kementerian.

“(Mereka) terkesan menghindari serta menutup-tutupi,” ungkap Dirham.

Oleh karena itu, Bardam Nusa secara konsisten dan kontinyu mengatensi kasus tersebut yang menyangkut hajat hidup para petani bawang putih.

Adapun alasan Bardam Nusa menyoal bantuan tersebut, perlu adanya Verifikasi ulang Calon Petani Dan Calon Lahan (CPCL).Berikut juga kesiapan sarana dan prasarana penangkar sesuai dengan Juklas Juknis Dirjen Holtikultura Kementan RI.

Alasan lain juga tidak terlepas pula adanya dugaan skandal asusila Kadis Pertanian Kabupaten Bima yang meresahkan masyarakat yang sehingga saat ini belum terdapat adanya kepastian hukum.

“Hal ini setidaknya juga berdampak mengganggu performa Dinas Pertanian dalam menjalankan tugas dan amanah besar Anggaran Negara yang bersumber dari APBN tersebut,” rincinya.

Hal lain juga yang menjdi alasan adalah, tidak adanya urgensi pembagian bantuan bibit kepada para petani di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan seluruh warga negara untuk tetap di rumah.

“Lewat surat somasi itu, Bardam Nusa menegaskan kepada pihak Kementan/Dirjen Holtikultura jangan sampai memanfaatkan keadaan musibah bangsa serta dunia ini demi memuluskan nalar dan logika bisnis mereka semata-mata untuk meraup keuntungan,” ingatnya.

Pihak Distambun Provinsi NTB selaku PPK juga katanya jangan sampai mudah melakukan penunjukan para pengusaha selaku pemilik modal untuk menjadi pemenang tender serta pengadaan bibit tersebut.

Dan yang lebih penting lagi jelasnya, perlu adanya sikap keseriusan dari dinas terkait untuk melakukan uji lab bibit bantuan yang telah disediakan para pengusaha pemenang tender, karena selama ini temukan tidak bantuan yang tidak layak secara kwalitas serta tidak sesuainya dengan kondisi alam maupun tekstur tanah.

“Sehingga tidak jarang para petani menelan kerugian diakibatkan bibit bantuan tersebut tidak kualitas sehingga berakibat kepada para perani untuk mengeluarkan kos produksi yang tidak sedikit,” tutupnya. (Iba)