Wagub Rohmi Imbau Masyarakat Waspada Obat Palsu

Wagub Rohmi Imbau Masyarakat Waspada Obat PalsuReviewed by adminon.This Is Article AboutWagub Rohmi Imbau Masyarakat Waspada Obat PalsuMataram (detikNTB.com),- Maraknya peredaran obat palsu/pil halusinogen di Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya, peredaran obat-obatan tersebut beredar di kalangan remaja milenial. Oleh karena itu, Wakil Gubernur (Wagug) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan jika akan membeli obat. ‘’Berhati-hatilah jika akan membeli obat. Dan telitilah kemasannya, izin […]
Foto: Wagub Rohmi menyampaikan sambutan di acara seminar bagi seluruh Pengusaha wanita se-Provinsi Nusa Tenggara Barat bertajuk Perempuan dan Bisnis di era Revolusi 4.0

Mataram (detikNTB.com),- Maraknya peredaran obat palsu/pil halusinogen di Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya, peredaran obat-obatan tersebut beredar di kalangan remaja milenial.

Oleh karena itu, Wakil Gubernur (Wagug) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan jika akan membeli obat.

‘’Berhati-hatilah jika akan membeli obat. Dan telitilah kemasannya, izin edar dan tanggal kedaluwarsa pada produk obat dan makanan tersebut sebelum dikonsumsi,’’ kata Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, di kantor Gubernur NTB, Rabu (26/6) di Mataram.

Bila menemukan hal-hal yang mencurigakan, Wagub Rohmi meminta agar masyarakat melaporkan kepada aparat yang berwenang, termasuk apotek atau kios tempat penjualannya. Dan sebaliknya kepada instansi terkait, diminta agar lebih intens turun ke masyarakat, memberikan sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat.

BACA JUGA: BPOM Mataram Sita 32 Ribu Pil Obat Terlarang, 3 Pelaku Diamankan

Sehingga tidak ada lagi celah bagi pelaku kejahatan untuk mengedarkan obat-obat berbahaya di tengah ketidaktahuan dan ketidakmengertian masyarakat tentang jenis obat dan efek yang ditimbulkannya.

“Peredaran ribuan tablet dari beberapa obat ilegal sejenis Pil Halusinogen seperti pil Trihexyphenidyl palsu, yang jika dikonsumsi dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, bahkan dapat merusak mental generasi masyarakat kita,” ujarnya.

Sebelumnya, BBPOM Mataram telah mengumumkan bahwa berdasarkan hasil operasi tindakan pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang dilakukannya, telah diamankan sebanyak 15.000 papan pil Trihexyphenidyl ilegal dengan nilai Rp150 juta dari tangan tiga tersangka di Gomong, Kota Mataram.

Obat-obat yang diamankan tersebut adalah obat ilegal sejenis pereda rasa sakit. Atau obat penenang untuk mengobati penyakit Parkinson. Tetapi kalau dipakai secara berlebihan, akan dapat  menimbulkan efek negatif seperti halusinasi, berperilaku negatif, merasa menjadi lebih berani dan terkadang brutal atau bertindak kriminal. Dan itu akan membuat siapapun yang mengkonsumsi menjadi tidak produktif. (Iba)