(Video), Orasi Ketum HMI Cabang Mataram Desak Kapolri Copot Kapolda NTB

(Video), Orasi Ketum HMI Cabang Mataram Desak Kapolri Copot Kapolda NTBReviewed by adminon.This Is Article About(Video), Orasi Ketum HMI Cabang Mataram Desak Kapolri Copot Kapolda NTBMataram (DetikNTB.com),- Ratusan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram kembali mendesak Kapolri Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda NTB Drs. Nana Sudjana, Kamis (09/05) sore di depan Mapolda NTB. Desakan untuk mencopot Jenderal Bintang satu yang belum lama ini dilantik menjadi Kapolda NTB tersebut dianggap tidak mampu menyelesaikan kasus pemukulan sejumlah kader HMI Cabang Sumbawa […]
Foto: Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan saat menyampaikan orasinya di depan Mapolda NTB

Mataram (DetikNTB.com),- Ratusan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram kembali mendesak Kapolri Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda NTB Drs. Nana Sudjana, Kamis (09/05) sore di depan Mapolda NTB.

Desakan untuk mencopot Jenderal Bintang satu yang belum lama ini dilantik menjadi Kapolda NTB tersebut dianggap tidak mampu menyelesaikan kasus pemukulan sejumlah kader HMI Cabang Sumbawa dan Mataram beberapa hari yang lalu saat menggelar aksi Unras di depan KPU NTB beberapa hari yang lalu sehingga mengakibatkan sejumlah kader terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

“Meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Nusa Tenggara Barat (dari jabatannya) dan Kapolres Mataram yang sedang menjabat,” pinta Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan di hadapan ratusan massa saat menggeruduk Mapolda.

Lihat video orasi Ketua Umum HMI Cabang Mataram selengkapnya di sini…

 

Menanggapi dirinya didesak untuk dicopot sebagai Kapolda NTB, Nana Sudjana menyampaikan bahwa persoalan tersebut bisa dikomunikasikan jika memang HMI punya bukti yang menguatkan keterlibatan oknum anggota polisi yang terlibat di situ.

“Ya sebenarnya bisa dikomunikasikan kalau memang mereka ada bukti-bukti yang menguatkan (aksi represif oknum anggota polisi yang terlibat),” kata alumni Akpol Angkatan 1988 tersebut saat diwawancara media ini lokasi Pleno KPU NTB di Lombok Raya, Kamis (09/05) sore.

Namun mantan Direktur Politik Baintelkam Mabes Polri ini menegaskan, seluruh anggota kepolisian tetap diberikan pemahaman terkait dengan aturan-aturan bagaimana melakukan pengamanan kepada pengunjuk rasa.

“Tapi dalam hal-hal tertentu kemungkinan ada provokatif ya. Mungkin juga ada yang menunggangi di situ. Ada orang penyusup gitu kan,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa dalam aksi tersebut juga ada anggota polisi yang yang terluka saat mengamankan berlangsungnya unras tersebut. “Dan faktanya pun, anggota kami pun ada juga yang luka-luka. (01)