Sikapi Kebijakan, BEM Unram Bakal Demo Kampus

Sikapi Kebijakan, BEM Unram Bakal Demo Kampus
Foto: Pengurus BEM Universitas Mataram tengah melakukan konsolidasi sikapi kebijakan kampus

Mataram (DetikNTB.com),- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (BEM Unram) akan menggelar konsilidasi akbar dengan semua elemen mahasiswa menyoroti persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI) Penerapan Uang Pangkal yang sangat tinggi dan Pemberlakuan Gerbang Elektronik, Senin 24 Juni di Lapangan Rektorat Unram.

Ketua BEM Unram, Muhammad Amri Akbar, menuturkan bahwa audensi sudah sering dilakukan. Belum ada perubahan kebijakan yang memihak pada mahasiswa.

“Konsilidasi akbar, akan menentukan sikap BEM Unram. Tentu, dengan menyerap pendapat dan aspirasi elemen mahasiswa. Saya pikir, bosan juga audensi terusan, tanpa ada hasil yang berpihak pada kepentingan mahasiswa” ujarnya.

Amri juga menyinggung disorientasi visi Unram sebagai lembaga tinggi berbasis riset berdaya saing internasional pada tahun 2025 dengan kondisi kesejahteraan mahasiswa yang masih dijauhkan dari keadilan, tanpa ada pilih bulu.

“Kenaikan Uang Pangkal luar biasa pada mahasiswa baru 2019-2020, belum lagi kenaikan uang SPI dan Pengaturan ulang UKT yang sampai sekarang belum jelas, bukti Unram tak seirama lagi dengan tujuan berdirinya lembaga” tuding dia.

Denga fasilitas kampus tidak memadai ditiap fakultas, menurut Amri Seakan PTN tidak punya anggaran untuk perbaikan. Sehingga UKT terutama utk semester 9 ke atas belum di atur besarannya padahal beban perkuliahan mahasiswa sudah habis dan SPI yg kini berubah istilah menjadi Uang Pangkal naik begitu drastis dengan sosialisasi begitu mendadak.

“Bagaimana dengan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN), Jangan sampai muncul stigma Birokrat kampus korupsi” ujarnya.

Kebijakan tentang UKT, SPI, UP, Pemberlakuan Gerbang Elektronik tidak boleh merugikan mahasiswa, dan calon mahasiswa baru di Unram.

“Kami (Bem Unram) mengundang seluruh mahasiswa unram, untuk terlibat merumuskan sikap menyikapi problem-problem kampus yang semakin memberatkan mahasiswa” pintanya. (Iba)