Sejumlah Tuntutan Dilayangkan, Ketua Dewan Lobar Terima Massa Aksi

Sejumlah Tuntutan Dilayangkan, Ketua Dewan Lobar Terima Massa AksiReviewed by adminon.This Is Article AboutSejumlah Tuntutan Dilayangkan, Ketua Dewan Lobar Terima Massa AksiLombok Barat (DetikNTB.com),- Sejumlah massa aksi menggelar unjuk rasa di depan kantor Dewan Lombok Bara, Selasa (02/04) siang. Kedatangan puluhan massa aksi tersebut untuk mempertanyakan terkait indikasi SPPD fiktif 2018 di lingkup DPRD Lobar. Massa juga meminta pertanggungjawaban Ketua DPRD Lombok Barat, Imam Kafali, atas premanisme yang dilakukannya kepada aktivis yakni Alhaitami. “Meminta Saudara Imam […]
Foto: Ketua DPRD Lombok Barat menerima massa aksi dari Ampes di bawah terik matahari

Lombok Barat (DetikNTB.com),- Sejumlah massa aksi menggelar unjuk rasa di depan kantor Dewan Lombok Bara, Selasa (02/04) siang. Kedatangan puluhan massa aksi tersebut untuk mempertanyakan terkait indikasi SPPD fiktif 2018 di lingkup DPRD Lobar.

Massa juga meminta pertanggungjawaban Ketua DPRD Lombok Barat, Imam Kafali, atas premanisme yang dilakukannya kepada aktivis yakni Alhaitami.

“Meminta Saudara Imam Kafali bertanggung jawab atas dugaan kasus indikasi SPPD fiktif yang dilakukan secara berjamaah pada Tahun 2018,” tutur massa aksi.

Menjawab tuntutan massa, ketua DPRD Lombok Barat,  Imam Kafali, bahwa miskomunikasi yang terjadi antara dirinya dengan Haitami, menurutnya itu adalah kesalahapahaman.

“Saya yakin saya bukan manusia sempurna, saya pasti ada salah dan saya minta maaf,” kata mantan Ketua BEM IKIP ini, usai menerima massa aksi.

Kedepannya katanya, sama-sama memperbaiki diri yang sudah disepakatinya dengan sejumlah massa aksi.

“Kita harus memperbaiki apa yang sudah disepakati tadi sehingga terjadi hal-hal seperti ini dapat terutama untuk anggota-anggota yang lain juga nanti kedepannya suapya tidak ada lagi hal-hal yang sifatnya masalah pribadi dibawa ke masalah yang lebih besar seperti ini,” tutur Ketua DPRD termuda ini.

Soal Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang dianggap fiktif oleh massa aksi, bahwa menurutnya tidak memahami alur persoalannya, sebab katanya dirinnya dilantik pada awal tahun 2018, sehingga nyaris dirinya tidak paham soal tuntutan massa aksi.

“Terkait STPD aktif saya di lantik bulan April,  mana namanya saya akan bantu sampai tuntas,” tegasnya. (Iba)