PLN dan BKPH Ampang Plampang Gelar Patok Lokasi Rehab DAS di Boal

PLN dan BKPH Ampang Plampang Gelar Patok Lokasi Rehab DAS di BoalReviewed by adminon.This Is Article AboutPLN dan BKPH Ampang Plampang Gelar Patok Lokasi Rehab DAS di BoalSumbawa (DetikNTB.Com),- Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan RI Nomor P.27/menlhk/Setjen/Kum.1/7/2018 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri LHK Nomor P.7/Menlhk/Setjen/Kum.1/2/2019 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan, Perusahaan Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan memiliki kewajiban melakukan rehabilitasi DAS. PT. PLN (Persero) sebagai salah satu pemegang IPPKH di NTB juga diberikan pembebanan untuk melakukan […]
Foto: Pemasangan patok oleh PLN dan BKPH Ampang Plampang (Ist)

Sumbawa (DetikNTB.Com),- Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan RI Nomor P.27/menlhk/Setjen/Kum.1/7/2018 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri LHK Nomor P.7/Menlhk/Setjen/Kum.1/2/2019 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan, Perusahaan Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan memiliki kewajiban melakukan rehabilitasi DAS.

PT. PLN (Persero) sebagai salah satu pemegang IPPKH di NTB juga diberikan pembebanan untuk melakukan rehabilitasi DAS seluas 79 Ha yang pelaksanaannnya akan di bagi dalam 2 (dua) Tahap Kegiatan masing-masing Tahap I seluas 13 Ha dan Tahap II seluas 66 Ha.

Sabtu, (25/1) kemarin, PT. PLN (Persero) bersama dengan Balai KPH Ampang Plampang melakukan pematokan terhadap calon lokasi rehabilitasi DAS Tahap I di wilayah Uma Nipah Dan Ai Ampuk Desa Boal Kecamatan Empang Sumbawa.

Pelaksanaan pematokan calon lokasi tersebut merupakan wujud Komitmen dari PT PLN (Persero) dalam rangka memenuhi kewajibannya sebagai Pemegang IPPKH.

Kepala Balai KPH Ampang Plampang, Dedy Purwanto, SP, M.Sc., menyampaikan bahwa Pematokan calon lokasi ini merupakan tahap awal dari proses rehabilitasi DAS bagi Pemegang IPPKH.

“Selanjutnya, rekan-rekan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Direktorat PDAS HL akan melakukan verifikasi dan penilaian terhadap kelayakan lokasi yang selanjutnya akan di terbitkan Surat Keputusan Penetapan Lokasi yang kemudian di ikuti oleh penyusunan Rencana Teknis kegiatan Rehab DAS,” jelasnya.

Lebih jauh Dedy Purwanto menjelaskan, calon lokasi merupakan kawasan hutan dengan fungsi lindung dan disitu juga lokasinya sudah direncanakan sebagai areal Perhutanan Sosial. “Tentunya pemilihan jenis bibit perlu mengakomodasi jenis yang bernilai ekonomis bagi masyarakat,” ujarnya.

Taufik Setiawan yang mewakili pihak PT. PLN (Persero) pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa terkait dengan kegiatan Rehab DAS, PT. PLN (Persero) telah menunjuk PT. Sucofindo sebagai pihak yang akan melaksanakan kegiatan tersebut. Nantinya pelaksanaan kegiatan penanaman akan dikerjakan oleh pihak ketiga.

“Karena pada lokasi diketemukan ada aktifitas masyarakat dalam kawasan hutan, pelaksanaan rehab DAS kedepannya akan melibatkan petani petani lewat kerjasama dengan pihak ketiga terangnya,” cetusnya. (Iba)