Peringati HAK Sedunia, Mahasiswa Desak KPK Bongkar Sejumlah Kasus di Bima

Peringati HAK Sedunia, Mahasiswa Desak KPK Bongkar Sejumlah Kasus di BimaReviewed by adminon.This Is Article AboutPeringati HAK Sedunia, Mahasiswa Desak KPK Bongkar Sejumlah Kasus di BimaKota Bima,- Ratusan massa aksi dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli Rakyat menggelar aksi demonstrasi di berbagai titik di Kota Bima dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi (HAK) sedunia. Sejumlah OKP yakni LSiP, HMI MPO, WMH serta Gerakan Hitam tersebut mendesak penegak hukum untuk membongkar sejumlah kasus yang […]
Foto: Puluhan mahasiswa menggelar aksi peringati Hari Anti Korupsi Sedunia di Kota Bima

Kota Bima,- Ratusan massa aksi dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli Rakyat menggelar aksi demonstrasi di berbagai titik di Kota Bima dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi (HAK) sedunia.

Sejumlah OKP yakni LSiP, HMI MPO, WMH serta Gerakan Hitam tersebut mendesak penegak hukum untuk membongkar sejumlah kasus yang ada di Kota dan Kabupaten Bima di antaranya meminta kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Bima untuk menghentikan Penyertaan Modal Daerah (PMD) kepada perusahaan Daerah (PD) WAWO tahun anggaran 2019.

Selain itu, mereka juga meminta kepada DPRD dan Bupati Bima untuk memasang poster APBD tahun 2019 disetiap Kecamatan. Serta mendesak KPK RI untuk menangkap & mengadili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima atas dugaan menyalahguaan bantuan pengembangan tanaman tebu senilai Rp 24 M tahun anggaran 2018.

“Meminta kepada KPK untuk segera menelusuri dugaan penyalahgunaan anggaran Kabupaten Bima sebesar Rp 21.7 miliyar,” teriak Jenderal Lapangan (Jenlap) Rian dalam orasinya seperti reales yang diterima media ini, Selasa (11/12) dini hari.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka merinci dugaan kasus penyelewengan anggaran negara oleh pemerintah Kabupaten Bima di antaranya penyelewengan dana Kegiatan Festival Tambora Menyapa Dunia (TMD) tahun 2015 senilai Rp 4,5 miliyar rupiah.

“Kasus pengadaan bibit kedelai melalui program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) dengan pagu anggaran Rp 1,1 M tahun 2015,” tambahnya.

Selain itu mereka juga menyorot kasus pengadaan benih bawang merah (BBM) tahun anggaran 2015, 2016 dan tahun 2017 dengan total anggaran Rp 206 miliyar rupiah dengan rincian bantuan tahun 2015 Rp 18 miliyar, 2016 Rp 124 miliyar dan tahun 2017 Rp 64 miliyar. (Iba)