Owner Metzo Bantah Sediakan Penari Telanjang, SOP Melarang

Owner Metzo Bantah Sediakan Penari Telanjang, SOP MelarangReviewed by adminon.This Is Article AboutOwner Metzo Bantah Sediakan Penari Telanjang, SOP MelarangMataram (DetikNTB.Com),- Dugaan adanya penari telanjang atau stripis di Metzo Executif Club & Karaoke beralamat di wilayah Senggigi Lombok Barat yang ditangkap tim Polda NTB saat melakukan aksinya dibantah oleh pemilik cafe yakni Ni Ketut Wolini. Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) ini menegaskan bahwa manajemen tidak pernah menyediakan layanan tarian telanjang kepada pengunjung. […]
Foto: Pemilik Metzo Executif Club & Karaoke yang diduga penyedia tari telanjang, Ni Ketut Wolini

Mataram (DetikNTB.Com),- Dugaan adanya penari telanjang atau stripis di Metzo Executif Club & Karaoke beralamat di wilayah Senggigi Lombok Barat yang ditangkap tim Polda NTB saat melakukan aksinya dibantah oleh pemilik cafe yakni Ni Ketut Wolini.

Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) ini menegaskan bahwa manajemen tidak pernah menyediakan layanan tarian telanjang kepada pengunjung.

Ia mengaku mengetahui adanya tarian telanjang yang dilakukan oleh dua orang pemandu lagu itu melalui pemberitaan di media massa. Ia menegaskan tarian tanpa busana yang di lakukan oleh dua pemandu lagu tersebut tanpa sepengetahuan dirinya.

Wolini menyatakan di Metzo terdapat aturan tegas yang terpajang di semua ruang karaoke yang tidak membolehkan adanya perbuatan asusila.

“Demi tuhan saya tidak tahu ada pelayanan tari telanjang, kami di manajemen dan owner tidak pernah menyediakan layanan semacam itu, terlebih di Metzo sudah jelas ada aturan yang tidak membolehkan adanya perbuatan asusila, menggunakan narkoba, membawa sajam dan senpi, itu aturan yang sudah diterapkan sejak di bangunnya Metzo,” papar Wolini saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Kamis (13/2) siang di Mataram.

Wolini juga mengatakan akan mengambil tindakan tegas bila ada karyawan yang melanggar aturan tersebut. “Tentu ada sanksi kepada karyawan yang melanggar aturan, bila kesalahannya fatal kita bisa berhentikan atau kita pecat,” tegas Wolini.

Terkait proses hukum kasus penari tanpa busana tersebut, Wolini meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Karena kasusnya sudah di ranah kepolisian mari kita hormati proses hukum, biar semua terang benderang,” ajaknya.

Ketut Wolini pun menyesalkan adanya kejadian yang mencoreng nama tempat usahanya tersebut. Pihaknya pun meminta kepada semua pihak untuk tidak menuding manajemen dan owner yang seolah menyediakan layanan penari tanpa busana tersebut. “Usaha kami tidak lah sejelek itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Badko HMI Nusra, Rizal Mukhlis mengecam peristiwa memalukan tersebut. Ia mendesak Bupati Lombok Barat untuk sesegera mungkin mencabut izin usaha Metzo Executive Club & Karaoke Lombok.

“Kami mendesak Bupati Lombok Barat untuk segera mencabut izin usaha Metzo Executive Club & Karaoke Lombok,” desak Ketua Umum Badko HMI Nusra, Rizal Mukhlis, yang dihubungi di Bali, Rabu (12/2) via pesan singkat.

Tak hanya kalangan Mahasiswa, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda juga ikut geram dan mengecam praktik penyediaan jasa tarian telanjang disalah satu pusat hiburan malam dikawasan wisata Senggigi itu.

Menurut Isvie insiden tersebut telah mencoreng nama baik industri pariwisata halal NTB. Karena itu ia meminta kepada pihak pemerintah daerah untuk memberikan sanksi tegas terhadap pihak Metzo. Karena praktik tersebut dinilai sudah diluar ketentuan perizinan.

“Kalau menurut saya izinya harus dicabut, dan itu harus jelas sanksi yang paling tegas diberikan. Karena kita ini daerah wisata halal, untuk apa perda wisata halal itu ada kalau tidak bisa diterapkan, untuk apa kita berikan izin kalau dia melakukan pelanggaran,” serunya.

Ditempat terpisah, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mewanti-wanti kasus ini jangan sampai merusak branding wisata syariah yang tidak mudah perjuangannya.
Lombok, NTB telah mendapatkan branding wisata halal. Mewakili Indonesia dan mengalahkan sejumlah negara.

“Jangan sampai, setitik nila merusak susu sebelanga. Kita tidak menghedaki yang begitu, ini jadi pelajaran buat kita semua. Jangan kesannya menakutkan. Jangan sampai orang luar takut kesini,” ujarnya. (Iba)