Overstay, Seorang WNA Nepal Digelandang Imigrasi Mataram

Overstay, Seorang WNA Nepal Digelandang Imigrasi Mataram
Foto: Seorang WNA Nepal diperiksa Imigrasi Mataram

Mataram (DetikNTB.com),– Petugas Imigrasi Seksi Intelijen Keimigrasian melakukan Pengawasan Keimigrasian di desa Aik Bukaq Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, kemudian mengamankan 1 (satu) orang asing (WNA Nepal), berinisial RS alias MAM (39).

Penahanan WNA tersebut dilakukan, Senen (22/07) siang karena ijin tinggal sudah kadaluarsa (overstay) sejak 2017. MAM diketahui masuk ke Indonesia sejak tanggal, 08 Januari 2013 dan tidak melakukan perpanjangan visa.

RS alias MAM diketahui memiliki dokumen diantaranya KTP, Kartu keluarga, Akta kelahiran, SIM C dan buku nikah dengan menggunakan nama MAM yang merupakan bukan nama aslinya.

“Bahwa penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan, dan diketahui bahwa dokumen dokumen tersebut diatas adalah benar diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Maka dari itu penyidik akan melakukan penjadwalan untuk memanggil dan memeriksa instansi terkait guna membuat terang suatu temuan tersebut,” ucap Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Armand Armada Yoga Surya, Selasa (23/07) pagi di Mataram.

Modus operandi yang dipakai RS alias MAM tersebut menikah dengan warga lokal (Lombok tengah) namun diketahui istri RS sedang berada di luar negeri.

Selain itu, RS alias MAM memiliki dokumen kependudukan untuk berbaur dengan masyarakat, dan bekerja sebagai buruh harian lepas (BLH) di sekitar tempat tinggalnya seperti tukang pasir, tukang genteng, tukang batako dan sejenisnya.

Diduga RS alias MAM diduga kuat telah melanggar ketentuan pasal 119 angka 1 UU no 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta rupiah.

Pihak Imigrasi Mataram sudah melakukan administrasi penyidikan, melakukan pemeriksaan tambahan  terhadap saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan kepada instansi terkait yang berhubungan dengan dokumen warga negara indonesia.

Sementara RS alias MAM sekarang sudah ditahan di Imigrasi Mataram untuk ditindaklanjuti lebih jauh. (Iba)