Modus Cungkil Fentilasi, Polisi Geret Pelaku dan Penadah

Modus Cungkil Fentilasi, Polisi Geret Pelaku dan PenadahReviewed by adminon.This Is Article AboutModus Cungkil Fentilasi, Polisi Geret Pelaku dan PenadahLombok Barat (DetikNTB.com),- Lombok Barat – Anggota satuan polisi Polresta Lombok Barat berhasil geret dua orang tersangka pelaku dan penadah.Ke dua tersangka ditangkap karena terlibat kasus pencurian Laptop milik SDN 1 Lelede dengan modus mencungkil fentilasi belakang bangunan sekolah. Dua pelaku kejahatan kini mendekam dalam tahanan sementara. Berangkat dari laporan masyarakat, polisi langsung melakukan olah tempat […]
Foto: Konferensi Pers Polres Lombok Barat, Kasat Reskrim AKP Priyo Suhartono, ungkap Penangkapan Dua Tersangka Pelaku dan Penadah

Lombok Barat (DetikNTB.com),- Lombok Barat – Anggota satuan polisi Polresta Lombok Barat berhasil geret dua orang tersangka pelaku dan penadah.Ke dua tersangka ditangkap karena terlibat kasus pencurian Laptop milik SDN 1 Lelede dengan modus mencungkil fentilasi belakang bangunan sekolah.

Dua pelaku kejahatan kini mendekam dalam tahanan sementara. Berangkat dari laporan masyarakat, polisi langsung melakukan olah tempat Kejadian Perkara (TKP), dari hasil pengembangan, alhasil menyeret dua oknum pelaku dan penadah.

Kasat Reskrim AKP Priyo Suhartono menjelaskan, kepolisian berhasil mengamankan dua orang pelaku pencurian laptop di SDN 1 Lelede desa Lelede Kecamatan Kediri. Pelaku beraksi dengan modus mencungkil fentilasi bangunan belakang sekolah dengan menggunakan linggis. Aksi nekad pelaku ini mengambil laptop, Camera dan speaker aktif.

“Pelaku sebanyak dua orang, namun polisi baru mengamankan satu orang pelaku Azet 28 tahun dan satu lainnya masih dalam pengejaran. Selain itu, polisi juga menangkap satu orang penadah FJ 29 tahun yang berkediaman di desa Lelede,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan kehilangan barang, polisi melakukan Lidik lapangan. Setelah di cek, terdapat sebuah pegadaian yang kebetulan menerima laptop, setelah di cek, barang tersebut sama dengan bisik barang yang hilang, barulah kita lakukan penangkapan.

“Kami tangkap penadahnya dulu, berangkat dari itu, kita lakukan pengembangan. Setelah ungkap penadah, polisi lakukan penangkapan kepada pelaku,” paparnya.

Dari hasil interogasi lanjut Priyo, pelaku bukan residivis, karena mereka baru kali pertama melakukan pencurian. Pelaku yang kesehariannya sebagai buruh ini, mengaku melakukan kejahatannya disebabkan faktor ekonomi.

“Pengakuan pelaku baru pertama kali mencuri,” ujarnya.

Dua warga Lelede ini sama sama ditangkap di wilayah desa Lelede tertanggal 22 Maret. Kemudian atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 sedangkan penadah dikenakan pasal 480.

“Atas perbuatannya, pelaku pencurian akan dikenakan 7 tahun kurungan penjara, sedangkan penadah 4 tahun hukuman penjara. (W@N)