Memulai dari yang Terlupakan

Memulai dari yang TerlupakanReviewed by adminon.This Is Article AboutMemulai dari yang TerlupakanOleh: #papanputih* “Salah satu gagasan dan program yang dicanangkan untuk memaksimalkan potensi tersebut adalah dengan mulai focus untuk membangun kembali SPR yang sesuai kontek zaman industri seperti saat ini” Dalam roadmap provinsi ntb yang memiliki visi “NTB Bumi Sejuta Sernak” telah merekomendasikan Kota Bima sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pengembangan SPR ( sentra […]
Foto: Pegiat Dataran Tinggi, #papanputih

Oleh: #papanputih*

“Salah satu gagasan dan program yang dicanangkan untuk memaksimalkan potensi tersebut adalah dengan mulai focus untuk membangun kembali SPR yang sesuai kontek zaman industri seperti saat ini”

Dalam roadmap provinsi ntb yang memiliki visi “NTB Bumi Sejuta Sernak” telah merekomendasikan Kota Bima sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pengembangan SPR ( sentra peternakan rakyat).

Rekomendasi tersebut sangat relevan dengan topografi serta realitas Kota Bima.  Secara historis Kota Bima memiliki kawasan gembala yang bernama ndano nae yang menjadi tempat hidup dan berkembangnya puluhan ribu hingga ratusan ribu ternak diseluruh wilayah dataran tingginya, meski kemudian sejarah itu tinggal kenangan dan meninggalkan satu fakta dataran tinggi yang kering kerontang hari ini.

Demikian halnya pada sektor peternakan unggas,  Kota mungil ini telah berubah menjadi Kota pengimport daging dan telur unggas hingga sayur mayur dari daerah lain. Fakta ini tentu saja sangat sangat memprihatinkan mengingat masyarakat Kota Bima masih sebagai masyarakat yang kurang lebih 70% masyarakat agraris, demikian juga dengan topografi wilayah yang memang memiliki potensi agraris.

Kondisi tersebut terjadi karena rencana pembangunan Kota Bima sejak berdirinya tidak bertumpu pada pengembangan dan memaksimalkan potensi agraris sebagai sektor identitas dan sektor yang mampu memberikan jalan kesejahteraan.

BACA JUGA:  Masa Depan Kota Bima Ada di Wilayah Dataran Tinggi

Hal ini dibuktikan dengan backup anggaran di sektor agraris tidak pernah melampai angka 1% dari total APBD sejak Kota ini di dirikan.  Lemahnya orintasi dan keberpihakan politik anggaran pada sektor agraris menjadikan sektor paling potensial yang di miliki Kota Bima terabaikan bahkan tercampakan hingga menyebabkan Kota ini menjadi kota dengan ragam macam problem terutama problem ketimpangan sosial dan lapangan kerja.

Gagasan dan program pemerintahan Kota Bima yang sekarang ingin mengembalikan dan menggerakan serta mengoptimalkan sektor agraris sebagai solusi masa depan peradaban dan kesejahteraan merupakan langkah yang sangat brilian dan patut kita apreseasi.

Artinya pemerintahan Kota Bima hari ini telah menyadari potensi besar yang lama terabaikan.  Karena memang rumus jitu untuk mensejahterakan masyarakat agraris adalah dengan mengolah,  mengoptimalkan sektor agraris.

Salah satu gagasan dan program yang dicanangkan untuk memaksimalkan potensi tersebut adalah dengan mulai focus untuk membangun kembali SPR yang sesuai kontek zaman industri seperti saat ini.

Rumusan dan agenda untuk mengadirkan Rumah Pakan hingga pemanfaatan RPH yang sempat mati suri adalah langkah kongkrit untuk menjawab persoalan peternakan dari hulu kehilir serta akan mengintegrasikan pemamfaatan sektor petranian dan perkebunan

Produksi Rumah Pakan akan menjawab problem mendasar pada sektor peternakan terkait masalah ketersediaan pakan termasuk harga pakan yang membuat tingginya biaya produksi peternakan.  Ketersediaan pakan modern yang berkualitas berbasis rekayasa teknologi akan mampu menggerkan kembali sektor peternakan.

Demikian halnya dengan optimalisasi untuk menghidupkan kembali RPH serta membangun RPU menjadi solusi soal pemasaran hasil peternakan Kota Bima yang akan berujung pada Kota Bima yang mungil ini menjadi Kota pengekspor daging.

Optimalisasi sektor peternakan yang terintegrasi dengan sektor perkebunan dan pertanian berimplikasi pada munculnya banyak industri ikutan yang menggerakan ekonomi masyarakat Kota Bima.  Salah satu yang pasti adalah akan muncul industri pengolahan daging hingga industri kulit dan industri pemanfaatan limbah ternak.

Hadirnya banyak industri tersebut tentu saja akan membuka lapangan kerja yang sangat besar dan ouputnya adalah kesejahteraan masyarakat Kota sehingga Kota Bima menjadi Kota mandiri dan dapat berdiri sejajar dengan Kota Kota lainnya di Indonesia bahkan dunia.

*#papanputih adalah pegiat dataran tinggi

Editor: Ibrahim Bram Abdollah